Saling Serang antara Pasukan Rezim Zionis dan Hizbullah Terus Berlanjut
Pertempuran antara pasukan Hizbullah Lebanon dan tentara rezim Zionis terus berlanjut
Menurut saluran TV Al-Mayadeen, jet-jet tempur Israel Selasa (20/2/2024) mengebom dua rumah di kota Belida di Lebanon selatan.
Gambar-gambar yang dipublikasikan media menunjukkan kehancuran total rumah-rumah tersebut.
Selain itu, tentara rezim Zionis juga menyerang kota Kafarkala di selatan Lebanon dengan sebuah drone.
Di sisi lain, Hizbullah Lebanon meluncurkan empat rudal anti-armor ke pangkalan militer Al-Samaqah dan Roisat Al-Alam di wilayah Kafr Shoba.
Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa rudal Burkan menargetkan lokasi tentara rezim pendudukan di sekitar barak Ramim yang berada dekat perbatasan Lebanon pada Selasa pagi.
Sebelumnya, media-media Rezim Zionis pekan lalu mengabarkan, pasukan Hizbullah Lebanon, minggu lalu berhasil merebut kendali pesawat tanpa awak Israel milik Dewan Lokal Distrik Metula.
Gerakan perlawanan Islam Lebanon juga merilis foto drone mata-mata Israel, yang berhasil direbut pasukan kelompok itu pada tanggal 13 Februari.
Dalam kelanjutan dukungan terhadap rakyat Gaza, pasukan Hizbullah, Minggu siang menyerang beberapa posisi pasukan Israel, di wilayah-wilayah perbatasan.
Pasukan Hizbullah, hari Minggu, sekitar pukul 14:00 waktu setempat, juga menyerang konsentrasi pasukan Israel, di sekitar salah satu markas militer rezim ini, dengan rudal.
Serangan kedua Hizbullah, dilakukan pukul 14:45 dengan menargetkan konsentrasi pasukan Israel, di distrik Even Menachem, yang menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel. Selain itu, Hizbullah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel, di distrik Israel, Shomera, Yir'on dan wilayah Muthalath Al Tihat, yang menyebabkan sejumlah tentara Zionis tewas.
Selama beberapa bulan terakhir, Hizbullah Lebanon telah menargetkan posisi militer rezim Zionis di utara wilayah pendudukan sebagai reaksi atas berlanjutnya agresi militer Israel di jalur Gaza.
Sejauh ini, puluhan ribu Zionis telah meninggalkan permukiman di dekat perbatasan Lebanon karena takut akan serangan pasukan perlawanan.(PH)