Ini Syarat Hamas untuk Bebaskan Semua Tawanan Militer Israel
Feb 20, 2025 15:13 Asia/Jakarta
Parstoday – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, sudah mengumumkan syarat-syaratnya untuk membebaskan seluruh tentara Israel, yang mereka tawan secara bersamaan.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, mengabarkan penemuan dua jenazah syahid dari bawah reruntuhan gedung, dan melaporkan gugurnya empat warga Palestina yang lain.
“Beberapa jam lalu, 11 warga Palestina, terluka akibat pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pasukan Rezim Zionis,” kata Kemenkes Palestina di Jalur Gaza.
Menurut keterangan Kemenkes Palestina di Gaza, sejak awal perang Gaza, pada 7 Oktober 2023, sampai sekarang, 48.297 warga Palestina, di Jalur Gaza, gugur, dan 111.733 lainnya terluka.
Kemenkes Gaza: Gelombang Baru Cuaca Dingin Ancam Nyawa Anak-Anak
Munir Al Bursh, Kepala Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, mengatakan, gelombang cuaca dingin di Gaza, mengancam nyawa anak-anak Palestina.
Ia juga memperingatkan bahaya yang mengancam para tahanan Palestina, pasien, dan kelompok masyarakat yang memiliki kondisi fisik sensitif di Jalur Gaza.
“Alat pemanas ruangan, dan peralatan-peralatan lain yang diperlukan untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin, sangat langka. Bayi-bayi yang baru lahir, dan anak-anak berusia tiga tahun, termasuk kelompok rentan yang nyawanya terancam cuaca dingin,” paparnya.
Eskalasi Kejahatan Israel di Tepi Barat Bukti Metode Fasis Israel
Hamas mengumumkan, eskalasi kejahatan Rezim Israel, di Tepi Barat, dan meningkatnya operasi perusakan serta pembunuhan adalah bukti fasisme dan penumpahan darah oleh rezim ini terhadap rakyat, dan tanah Palestina, juga menunjukkan upaya gagal Israel, dalam menghentikan gelombang perlawanan yang terus meningkat di Tepi Barat.
Seluruh Pasukan Israel Ditarik dari Gaza, Seluruh Tawanan Zionis Bebas
Di sisi lain, Juru bicara Hamas, Abdul Latif Al Qanou, mengatakan, penarikan seluruh pasukan Rezim Zionis, dan gencatan senjata permanen, adalah dua masalah yang disampaikan dalam gencatan senjata tahap kedua.
“Kami siap untuk membebaskan seluruh tawanan Israel, secara bersamaan, jika kedua masalah tersebut terwujud,” kata Abdul Latif Al Qanou.
Ia menambahkan, “Rezim Zionis, untuk membunuh rakyat Palestina, menggunakan senjata-senjata terlarang. Sementara senjata-senjata perlawanan adalah garis merah, dan perlucutan senjata tidak bisa ditolerir.”
Menteri Zionis: Senjata Gaza Harus Dilucuti Total
Menteri Luar Negeri Rezim Zionis Gideon Saar, setelah pasukan Israel, gagal menghadapi pasukan Perlawanan Palestina, dalam perang terhadap Gaza selama 15 bulan, mengklaim bahwa segala bentuk proyek usulan terkait Gaza, harus mencakup perlucutan senjata total.
Jurnalis Palestina: Kehadiran Trump Buka Topeng AS
Mohammed El Kurd, jurnalis Palestina, mengatakan, “Jika Anda saksikan saat ini Presiden AS Donald Trump, terang-terangan berbicara soal pemindahan paksa warga Gaza, tepat seperti ketika topeng lepas dari wajah AS.”
Ia menambahkan, memaksa warga Palestina untuk mengungsi, pembersihan etnis, perampasan tanah Palestina, dan sumber-sumbernya, selalu menjadi bagian dari kepentingan serta proyek makro AS selain menjaga dominasi militernya di kawasan, dan ini merupakan bagian dari kepentingan AS di Asia Barat. (HS)