Saudi Cegah Sidang Parlemen Yaman dengan Segala Cara
-
Muhammad Abdussalam
Juru bicara Ansarullah Yaman, Muhammad Abdussalam, menilai interferensi Arab Saudi terhadap delegasi Yaman, sangat tidak bijak.
Televisi Al-Masirah melaporkan, Abdussalam Sabtu (13/8) mengkritik interferensi pihak Arab Saudi dan mengatakan, para pejabat Saudi kembali memperpanjang larangan penerbangan selama 72 jam dan tidak mengijinkan delegasi Sanaa untuk kembali ke Yaman.
Jubir Ansarullah Yaman menekankan bahwa langkah dan pelanggaran Arab Saudi itu terjadi di saat rezim Al-Saud terus melanjutkan pembantaian massal di berbagai provinsi termasuk di Saada.
Abdussalam menjelaskan, pembantaian berdarah terhadap anak-anak dan perempuan tidak berosa itu, membuktikan kebrutalan negara-negara agresor serta mengindikasikan kegagalan dan ketidakmampuan mereka untuk membuat rakyat Yaman menyerah.
Lebih lanjut Abdussalam menuding Perserikatan Bangsa-Bangsa juga terlibat dalam kejahatan Arab Saudi karena bungkam di hadapan berbagai tindak kriminal rezim Al-Saud.
Muhammad Abdussalam menyinggung janji PBB soal keamanan kunjungan delegasi perundingan Yaman. Namun menurutnya pengingkaran janji oleh PBB itu tidak mengherankan setelah lembaga internasional itu menutup mata di hadapan pembantaian massal anak-anak tidak berdosa Yaman.
Arab Saudi berusaha mengganggu pelaksanaan sidang parlemen pertama di Yaman dengan mencegah terbangnya pesawat yang membawa para anggota parlemen Yaman. (MZ)