Israel Mengaku Bantu Amerika Sanksi Hizbullah
Rezim Zionis Israel mengakui perannya dalam penjatuhan sanksi finansial Amerika Serikat atas Hizbullah, Lebanon.
IRNA (17/8) mengutip surat kabar Lebanon, Al Akhbar melaporkan, Israel mengakui, dinas keamanan Israel terlibat dalam serangan perbankan yang dilancarkan Amerika terhadap Hizbullah dan sanksi serta hukuman finansial atas individu dan lembaga-lembaga yang terkait dengan Hizbullah.
Israel membenarkan bahwa serangan perbankan Amerika terhadap Hizbullah dan basis-basis masyarakatnya, dirancang oleh dinas keamanan Israel dan diserahkan kepada Kongres Amerika untuk disahkan menjadi undang-undang.
Yossi Melman, jurnalis yang juga pakar keamanan dan militer yang dekat dengan dinas keamanan Israel dalam wawancara dengan Kanal 10 TV Israel menyebut pemutusan hubungan bank-bank Lebanon dengan Hizbullah serta lembaga-lembaga di bawahnya, pasca tekanan-tekanan ekonomi Amerika, sebagai kemenangan Israel.
Ia mengungkapkan, tekanan-tekanan Amerika terhadap bank-bank Lebanon untuk memutus kerja sama dengan Hizbullah, dilakukan pasca koordinasi luas dengan dinas keamanan Israel.
Pemerintah Amerika, dalam beberapa bulan terakhir atas permintaan Barack Obama, Presiden negara itu mengesahkan aturan yang disebutnya sebagai tindakan atas langkah-langkah teror, pencucian uang dan penyelundupan yang dilakukan Hizbullah.
Aturan itu mewajibkan bank-bank Lebanon menjatuhkan sanksi finansial dan perbankan atas Hizbullah.
Barack Obama menandatangani aturan sanksi atas Hizbullah pada 18 Desember 2015 dan sebelum ditandatangani presiden, undang-undang tersebut disahkan terlebih dahulu ke Kongres. (HS)