Lonjakan Migrasi dari Israel; Dokter dan Insinyur Melarikan Diri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181224-lonjakan_migrasi_dari_israel_dokter_dan_insinyur_melarikan_diri
Pars Today - Sebuah penelitian baru di Universitas Tel Aviv melaporkan adanya lonjakan signifikan migrasi dari Wilayah Pendudukan Palestina.
(last modified 2025-11-28T13:20:25+00:00 )
Nov 28, 2025 16:15 Asia/Jakarta
  • Orang Zionis
    Orang Zionis

Pars Today - Sebuah penelitian baru di Universitas Tel Aviv melaporkan adanya lonjakan signifikan migrasi dari Wilayah Pendudukan Palestina.

Menurut laporan Pars Today, penelitian terbaru di Universitas Tel Aviv menunjukkan bahwa gelombang migrasi kini mencakup kalangan berpenghasilan tinggi, para profesional, insinyur, dan dokter.

Berdasarkan penilaian media ekonomi Israel, fenomena ini menjadi ancaman serius bagi fondasi produksi, inovasi, dan keberlanjutan ekonomi rezim Zionis.

Harian ekonomi Calcalist dalam laporan terbarunya menggambarkan meluasnya gelombang migrasi dari wilayah pendudukan.

Penelitian yang dilakukan oleh tiga peneliti terkemuka Universitas Tel Aviv , Itay Atar, Nitai Bergman, dan Doron Zemer, menunjukkan bahwa 90 ribu pemukim Israel meninggalkan Wilayah Pendudukan antara Januari 2023 hingga September 2024.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai “gangguan keseimbangan migrasi”, karena berbeda dengan gelombang sebelumnya. Kali ini migrasi terutama melibatkan kalangan berpenghasilan tinggi, kaum muda, profesional, dan pemilik modal manusia kunci. Kelompok yang menjadi tulang punggung tenaga kerja terampil Israel.

Kerugian Finansial Besar bagi rezim Israel

Menurut laporan koran ini, keluarnya populasi ini dalam waktu kurang dari dua tahun telah menyebabkan hilangnya 1,5 miliar shekel (sekitar 395 juta dolar) dari pendapatan pajak rezim Zionis.

Krisis dalam Sistem Kesehatan

Sebanyak 875 dokter meninggalkan Wilayah Pendudukan, dengan jumlah bersih 481 dokter spesialis penuh waktu setelah dikurangi mereka yang kembali. Hal ini menambah tekanan pada sistem kesehatan yang sudah mengalami kekurangan tenaga serius.

Erosi Akademik

Dalam periode yang sama, Israel kehilangan 19 ribu lulusan universitas, 6.600 lulusan ilmu pengetahuan dan teknik, 633 pemegang gelar doktor, serta lebih dari 3.000 insinyur. Jumlah bersih peneliti yang keluar tercatat 224 orang, sementara jumlah bersih insinyur yang keluar mencapai 2.330 orang.

Komposisi Usia Migran

Lebih dari 75 persen migran berusia di bawah 40 tahun. Namun, kekhawatiran utama adalah meningkatnya migrasi individu berusia di atas 40 tahun. Mmereka yang memiliki pengalaman vital dan tak tergantikan di sektor-sektor kunci ekonomi. Para peneliti Universitas Tel Aviv menyebut tren ini sebagai sebuah “transformasi kualitatif yang berbahaya”.

Peringatan tentang “Titik Tanpa Balik”

Dalam bagian akhir laporan, Calcalist memperingatkan bahwa bahaya utama bukan pada kondisi saat ini, melainkan pada kelanjutan tren ini.

Menurut para peneliti, “Israel bergantung pada modal manusia yang terkonsentrasi untuk menjaga fungsi sistem vitalnya. Keluarnya kelompok kecil tapi kunci dapat membawa ekonomi ke dalam siklus kemunduran yang tak dapat dipulihkan.”

Mereka menegaskan bahwa jika melewati titik tanpa balik, kerusakan struktural pada ekonomi tidak akan dapat diperbaiki lagi, dan dampaknya bisa berujung pada “kehancuran kemampuan produksi dan inovasi Israel”.(sl)