Statistik Dampak Agresi Israel, Bayi Palestina Lahir dengan Disabilitas
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i184266-statistik_dampak_agresi_israel_bayi_palestina_lahir_dengan_disabilitas
Kepala Bagian Informasi Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa pada tahun 2025, angka kelahiran prematur serta kelahiran bayi dengan cacat bawaan dan berat badan tidak normal di Jalur Gaza meningkat secara mengkhawatirkan; sebuah kondisi yang menurutnya merupakan dampak langsung dari perang yang dilakukan rezim Zionis dan konsekuensi kemanusiaannya.
(last modified 2026-01-18T07:11:22+00:00 )
Jan 18, 2026 13:53 Asia/Jakarta
  • Statistik Dampak Agresi Israel, Bayi Palestina Lahir dengan Disabilitas

Kepala Bagian Informasi Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa pada tahun 2025, angka kelahiran prematur serta kelahiran bayi dengan cacat bawaan dan berat badan tidak normal di Jalur Gaza meningkat secara mengkhawatirkan; sebuah kondisi yang menurutnya merupakan dampak langsung dari perang yang dilakukan rezim Zionis dan konsekuensi kemanusiaannya.

Zaher al‑Wahidi, Kepala Bagian Informasi Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, menyatakan bahwa jumlah kasus kelahiran prematur serta bayi yang lahir dengan cacat bawaan dan berat badan tidak normal di Jalur Gaza sepanjang tahun 2025 sangat mengejutkan.

Al‑Wahidi mengatakan: pada tahun 2025, sekitar 48.500 persalinan terjadi dan menghasilkan kelahiran 49.180 bayi, termasuk 4.900 bayi dengan berat badan tidak normal dan 4.000 bayi prematur. Ia menambahkan bahwa mereka telah mencatat kelahiran 315 anak dengan kelainan bawaan, termasuk cacat pada organ seperti jantung, kandung kemih, dan lainnya.

Menurut al‑Wahidi, rumah sakit‑rumah sakit di Gaza pada tahun 2025 mencatat 6.600 kasus lahir mati dan 5.000 kasus keguguran sebelum usia kehamilan 24 minggu. Ia juga menekankan bahwa 450 bayi meninggal pada minggu pertama setelah kelahiran akibat berbagai penyakit.

Pejabat Palestina ini menegaskan bahwa peningkatan kelainan bawaan dan kelahiran prematur dibandingkan tingkat normal telah melampaui 60 persen.

Al‑Wahidi menyebut perang rezim Zionis terhadap Jalur Gaza sebagai penyebab utama dan menambahkan bahwa angka‑angka seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kepala Bagian Informasi Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa kurangnya sanitasi memperburuk risiko kesehatan, dan kondisi sulit di tenda‑tenda semakin memperparah krisis kesehatan bagi para perempuan hamil.