Tak Ada Gencatan Senjata di Lebanon, Trump Ngomong Sendiri
-
Serangan rezim Zionis ke Lebanon
Pars Today - Meskipun ada klaim dari Donald Trump tentang upaya meredakan ketegangan, media Zionis melaporkan bahwa gencatan senjata di Lebanon tidak akan segera tercapai. Bahkan, militer Israel mengaku belum menerima perintah apa pun dari pimpinan politik untuk bersiap menghentikan pertempuran.
Dua Sumber Berbeda
Harian Israel Hayom, mengutip sumber anonim, menulis bahwa pernyataan Trump bertentangan dengan kenyataan di lapangan. Sementara itu, otoritas penyiaran Israel melaporkan bahwa komando militer Israel menegaskan, "Tidak ada instruksi dari level politik untuk bersiap menuju gencatan senjata."
Padahal, Trump di Truth Social pada Rabu (15/4) malam menulis, "Kami sedang berupaya menciptakan ruang napas antara Israel dan Lebanon." Ia juga mengklaim bahwa negosiasi antara Israel dan pejabat Lebanon akan berlangsung pada Kamis waktu setempat.
Pertemuan di Washington, Tetapi Bukan untuk Berdamai
Pertemuan langsung tingkat awal antara perwakilan pemerintah Lebanon dan pejabat rezim Israel sudah terjadi pada Selasa (14/4) malam di markas Departemen Luar Negeri AS, dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Namun, Hizbullah mengutuk langkah ini. Anggota parlemen Lebanon, Hassan Fadlallah, menegaskan bahwa Tel Aviv berusaha mengkompensasi kekalahan militernya di medan pertempuran melalui meja negosiasi di Washington.
Kritik Pedas: "Kekuasaan yang Berkhianat"
Fadlallah mempertanyakan, "Siapa yang bertindak di luar kerangka hukum? Perlawanan atau kekuasaan yang berkuasa?"
Ia menuding kekuasaan yang berkuasa di Lebanon telah menarik mundur tentara Lebanon dari selatan, menjadikannya mangsa empuk bagi penjajah, dan memberikan mereka kesempatan gratis.
"Gambar yang ditampilkan di Washington sama sekali tidak mencerminkan identitas Lebanon, apalagi kehendak rakyatnya," tegas Fadlallah.
Dua Front Dipisahkan, Ini Keinginan Israel
Fadlallah juga menyoroti upaya memisahkan front Lebanon dari jalur negosiasi Iran-AS di Islamabad. Menurutnya, ini adalah tuntutan Israel, dan sikap AS yang mendukungnya didasarkan pada posisi kekuasaan yang berkuasa di Lebanon.
"Kekuasaan yang berkuasa saat ini tidak bertindak sesuai dengan tuntutan rakyat dan para pejuang muda. Negosiasi sebelum agresi dihentikan adalah konsesi yang tidak bisa dibenarkan, karena penjajah masih terus membunuh dan melakukan pembantaian terhadap rakyat Lebanon," katanya.
Gencatan senjata tidak akan lahir dari pertemuan di ruang ber-AC Washington sementara darah masih mengalir di selatan Lebanon. Dan sekeras apa pun Trump mencoba membangun narasi, militer Israel sendiri mengaku belum siap berhenti.
Damai tidak bisa dipaksakan dengan siaran pers. Damai harus dimulai dari penghentian pembantaian, sesuatu yang masih jauh dari kenyataan.(sl)