Sekjen Hizbullah: Imam Khamenei Dukung Jihad Kami Sejak Jadi Presiden
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190842-sekjen_hizbullah_imam_khamenei_dukung_jihad_kami_sejak_jadi_presiden
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hezbollah Lebanon menyatakan bahwa pertolongan Allah bagi mereka adalah ketika Imam Khamenei mengambil tanggung jawab mengurusi urusan Hizbullah saat masih menjabat sebagai presiden, dan setelah menerima kepemimpinan, dengan perhatian istimewanya, beliau memenuhi kebutuhan mereka, menjawab pertanyaan hukum agama mereka, dan mendukung jihad mereka.
(last modified 2026-06-03T04:43:53+00:00 )
Jun 03, 2026 11:39 Asia/Jakarta
  • Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon
    Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon

Pars Today - Sekretaris Jenderal Hezbollah Lebanon menyatakan bahwa pertolongan Allah bagi mereka adalah ketika Imam Khamenei mengambil tanggung jawab mengurusi urusan Hizbullah saat masih menjabat sebagai presiden, dan setelah menerima kepemimpinan, dengan perhatian istimewanya, beliau memenuhi kebutuhan mereka, menjawab pertanyaan hukum agama mereka, dan mendukung jihad mereka.

Melansir Pars Today dari IRIB, 2 Juni 2026, Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pesannya pada Konferensi Internasional Kedua "Ghadir dan Perlawanan" hari Selasa (2/6) menulis, "Hari ini kami menghadapi konfrontasi paling sengit sejak berdirinya Perlawanan Islam dengan monster Israel yang agresif, monster yang didukung oleh thaghut Amerika, yang membunuh anak-anak, perempuan, dan laki-laki, menghancurkan rumah-rumah dan ladang-ladang, serta mengusir penduduk dari tanah mereka."

Ia melanjutkan dalam pesan tersebut:

"Pemuda Perlawanan Islam Lebanon menghadapi lebih dari 90.000 tentara dan perwira militer Israel, dengan senjata darat, laut, dan udara canggih mereka, senjata yang setiap hari didatangkan amunisi dan persenjataannya melalui pesawat-pesawat Amerika."

Sheikh Naim Qassem menegaskan, "Pertolongan Allah bagi kami adalah bahwa Imam Khamenei saat menjadi presiden mengambil tanggung jawab mengurusi urusan Hizbullah, dan setelah menerima kepemimpinan, dengan perhatian istimewanya beliau memenuhi kebutuhan kami, menjawab istifta' kami, dan mendukung jihad kami."

Pesan ini bukan sekadar pernyataan politik. Ia adalah pengakuan historis tentang hubungan ideologis yang mengikat Hizbullah dengan kepemimpinan Iran selama beberapa dekade.(Sail)