"Gencatan Senjata" Masih Berdarah: 47 Gugur di Lebanon akibat Serangan Israel Hanya 24 Jam setelah MoU
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191820-gencatan_senjata_masih_berdarah_47_gugur_di_lebanon_akibat_serangan_israel_hanya_24_jam_setelah_mou
Pars Today - Sumber-sumber Lebanon mengumumkan bahwa sejak gencatan senjata di Lebanon selatan secara resmi diumumkan pada pukul 16.00 waktu setempat Jumat lalu, wilayah tersebut telah menjadi sasaran setidaknya 16 serangan udara oleh rezim Zionis.
(last modified 2026-06-20T10:22:35+00:00 )
Jun 20, 2026 17:19 Asia/Jakarta
  • Serangan rezim Zionis di Lebanon
    Serangan rezim Zionis di Lebanon

Pars Today - Sumber-sumber Lebanon mengumumkan bahwa sejak gencatan senjata di Lebanon selatan secara resmi diumumkan pada pukul 16.00 waktu setempat Jumat lalu, wilayah tersebut telah menjadi sasaran setidaknya 16 serangan udara oleh rezim Zionis.

Melansir IRNA, 20 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa media lokal mengumumkan bahwa dalam gelombang serangan terbaru rezim Zionis, kota-kota Shukin, Miftun, Jabal al-Rafiah, dan al-Rayhan di Lebanon selatan menjadi sasaran serangan udara.

Seorang pejabat senior rezim Zionis mengklaim bahwa tentara pendudukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan dan mereka akan memiliki kebebasan bertindak untuk menghadapi ancaman-ancaman baru.

Di sisi lain, kantor berita resmi Lebanon melaporkan bahwa hutan "Ali al-Taher" di pinggiran wilayah "Nabatiyeh Atas" menjadi sasaran serangan artileri berat oleh tentara pendudukan. Menurut laporan ini, dalam serangan tersebut digunakan bom fosfor dan bom kluster yang dilarang secara internasional.

Laporan-laporan berita menunjukkan bahwa kota "Kfar Tebnit" di Lebanon selatan juga menjadi sasaran serangan fosfor oleh musuh.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Jumat (19/6) mengumumkan bahwa dalam serangan rezim Zionis ke wilayah selatan dan timur Lebanon, 47 orang gugur (syahid) dan 97 orang luka-luka.

Menurut statistik Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak dimulainya agresi rezim Zionis terhadap Lebanon pada 2 Maret lalu hingga saat ini, 3.980 orang telah gugur (syahid) dan 12.000 orang luka-luka.

Lanjutan Pertempuran Sengit antara Hizbullah dan Israel di Lebanon Selatan

Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa sebagai respons atas serangan rezim Zionis, sebuah unit tentara Israel yang sedang bergerak maju ke arah wilayah "Ali al-Taher" di Lebanon selatan, menjadi sasaran ledakan bom pinggir jalan. Menurut pernyataan ini, bentrokan sengit terjadi antara pasukan Hizbullah dan tentara Israel selama upaya mereka untuk maju ke Bukit Ali al-Taher.

Hizbullah juga mengumumkan bahwa selama bentrokan ini, mereka beberapa kali menargetkan tempat-tempat berkumpulnya pasukan Israel dengan roket.

Hingga saat ini, tentara Israel belum merilis rincian tentang kemungkinan korban atau kerusakan akibat bentrokan tersebut.

Bentrokan ini terjadi setelah pada hari Jumat (19/6), tentara rezim Zionis mengkonfirmasi tewasnya empat tentara dan melukai 17 lainnya dalam operasi Hizbullah di Lebanon selatan.

Kenyataan pahit di Lebanon selatan menunjukkan bahwa MoU yang ditandatangani di Islamabad tidak secara otomatis menghentikan perang di lapangan. Israel, dengan dalih "kebebasan bertindak" dan "ancaman baru," terus mengebom Lebanon selatan, bahkan setelah gencatan senjata resmi diumumkan. Serangan udara, artileri, dan bahkan penggunaan bom fosfor dan kluster (yang dilarang secara internasional) terus berlanjut.

Mengapa Israel Melakukannya?

 

Menguji Batas MoU: Israel ingin melihat sejauh mana AS bersedia menekan mereka. Jika AS diam saja, Israel akan terus melanggar gencatan senjata tanpa konsekuensi.

Menghancurkan Hizbullah Sebelum Terlambat: Israel mungkin berpikir bahwa meskipun ada MoU, mereka masih memiliki waktu untuk "membersihkan" ancaman dari Hizbullah sebelum benar-benar terikat oleh perjanjian.

Memberi Sinyal ke AS dan Iran: Israel menunjukkan bahwa mereka tidak akan patuh pada kesepakatan yang mereka anggap merugikan. Ini adalah bentuk "pembangkangan" diplomatik yang berbahaya.(Sail)