PBB: Tidak Ada Tempat Aman di Gaza, Serangan Terus Berlanjut
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i196284-pbb_tidak_ada_tempat_aman_di_gaza_serangan_terus_berlanjut
Pars Today - Kantor Hak Asasi Manusia PBB, merujuk pada meningkatnya agresi rezim Zionis di Gaza dan tewas atau luka-lukanya anak-anak dan perempuan akibat serangan ini, menyatakan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza dan tidak ada yang selamat dari serangan Tel Aviv.
(last modified 2026-09-05T08:43:12+00:00 )
Sep 05, 2026 15:42 Asia/Jakarta
  • Kondisi mengenaskan di Gaza
    Kondisi mengenaskan di Gaza

Pars Today - Kantor Hak Asasi Manusia PBB, merujuk pada meningkatnya agresi rezim Zionis di Gaza dan tewas atau luka-lukanya anak-anak dan perempuan akibat serangan ini, menyatakan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza dan tidak ada yang selamat dari serangan Tel Aviv.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Sabtu, 05 September 2026, Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Pendudukan Palestina dalam sebuah laporan menyatakan, "Meskipun hampir satu tahun telah berlalu sejak gencatan senjata, tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza dan tidak ada yang aman di wilayah ini."

Laporan tersebut menyatakan bahwa kelanjutan tindakan Tel Aviv telah menyebabkan kerusakan parah pada warga sipil dan meningkatnya ketidakamanan di Jalur Gaza.

Pada Sabtu (5/9) dini hari, militer Israel membombardir area di Jalur Gaza dengan tembakan artileri. Fokus militer Israel dalam serangan ini adalah lingkungan Al-Tuffah di timur Gaza. Kapal perang dan perahu militer angkatan laut Israel juga menargetkan bagian timur kota Khan Younis di Gaza selatan.

Sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa setidaknya dua warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan ini.

"Kantor HAM PBB memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza, dan bahwa serangan Israel yang sedang berlangsung terus menimbulkan korban jiwa, meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Serangan artileri dan angkatan laut Israel baru-baru ini di lingkungan Al-Tuffah dan Khan Younis menewaskan dua warga Palestina dan melukai tiga lainnya."(Sail)