Federasi Internasional Jurnalis Kembali Menyerukan Solidaritas dengan Insan Media di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198174-federasi_internasional_jurnalis_kembali_menyerukan_solidaritas_dengan_insan_media_di_gaza
Pars Today - Federasi Internasional Jurnalis meminta serikat dan asosiasi jurnalis di seluruh dunia untuk menekan pemerintah mereka agar memfasilitasi evakuasi jurnalis yang sakit dan terluka ke luar Gaza sehingga mereka dapat menerima perawatan medis tanpa penundaan.
(last modified 2026-10-08T05:39:15+00:00 )
Okt 08, 2026 12:37 Asia/Jakarta
  • Jurnalis di Gaza
    Jurnalis di Gaza

Pars Today - Federasi Internasional Jurnalis meminta serikat dan asosiasi jurnalis di seluruh dunia untuk menekan pemerintah mereka agar memfasilitasi evakuasi jurnalis yang sakit dan terluka ke luar Gaza sehingga mereka dapat menerima perawatan medis tanpa penundaan.

Melansir IRNA dari kantor berita Palestina Safa, Kamis, 08 Oktober 2026, Federasi Internasional Jurnalis dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa [rezim] Israel dalam salah satu peristiwa paling berdarah dalam sejarah jurnalisme, tanpa pejabat yang bertanggung jawab atas kejahatan ini, selama 3 tahun terakhir telah mensyahidkan ratusan jurnalis dan aktivis media di Gaza, melukai puluhan lainnya, dan beberapa masih hilang.

Pernyataan ini menambahkan bahwa berdasarkan pengumuman sumber medis di Gaza, setelah berlalunya 3 tahun sejak dimulainya perang genosida di Gaza, [rezim] Israel telah mensyahidkan lebih dari 74 ribu warga Palestina di Gaza dan menurut pengumuman UNRWA lebih dari 2 juta 100 ribu orang menghadapi pengungsian dan krisis kemanusiaan yang parah.

Berdasarkan pernyataan ini, penilaian terbaru PBB menunjukkan bahwa kehancuran bangunan di Gaza sejak gencatan senjata pada Oktober 2015 sekitar 10 persen dan tingkat kehancuran total meningkat menjadi 82 persen.

Federasi ini meminta kabinet rezim pendudukan Israel untuk memfasilitasi evakuasi jurnalis Gaza yang terluka dan sakit ke luar, menjamin perawatan medis bagi jurnalis, mencabut pembatasan masuknya jurnalis asing ke Gaza, dan mengizinkan mereka mengakses Jalur Gaza serta meliput peristiwa lapangan secara bebas dan independen.

Federasi Internasional Jurnalis menambahkan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata sekitar satu tahun lalu, pemboman dan kehancuran masih merenggut nyawa warga sipil di Gaza.

Dalam pernyataan federasi ini disebutkan kasus-kasus jurnalis di Gaza termasuk Mohammed Fayeq Abu Mustafa, fotografer berita yang setelah penargetan jurnalis di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis lumpuh dari pinggang ke bawah dan memerlukan evakuasi ke luar serta perawatan medis.

Berdasarkan laporan ini, Mohammed Fayeq Abu Mustafa, jurnalis Palestina yang terluka di Gaza hingga kini telah menjalani 7 operasi tetapi masih memerlukan perawatan medis spesialis yang tidak tersedia di Jalur Gaza dan evakuasinya untuk perawatan ke luar Gaza sangat diperlukan.

Federasi Internasional Jurnalis menyebutkan bahwa Asosiasi Jurnalis Palestina telah mencatat puluhan kasus jurnalis yang terluka dan sakit yang memerlukan perawatan spesialis di luar Gaza. Sementara itu, PBB memperingatkan bahwa ketika krisis kemanusiaan di Jalur Gaza memburuk, kekurangan bahan bakar mengancam kemampuan rumah sakit untuk memberikan layanan medis.

Federasi Internasional Jurnalis meminta pemerintah untuk mengambil tindakan segera guna memfasilitasi evakuasi jurnalis yang sakit dan terluka dari Gaza serta menjamin mereka menerima perawatan medis yang diperlukan.

Federasi ini sekali lagi menegaskan bahwa menargetkan dan mensyahidkan warga sipil termasuk jurnalis merupakan kejahatan perang dan pelakunya harus bertanggung jawab.

Anthony Bellanger, Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Jurnalis mengatakan, "Gaza mungkin tidak berada di puncak berita seperti sebelumnya, tetapi masalahnya masih kritis. Kami meminta serikat anggota kami untuk menekan pemerintah mereka agar menerima jurnalis dan staf media Gaza serta memberikan perawatan medis segera bagi mereka yang membutuhkannya."

Ia menambahkan bahwa "solidaritas internasional pada tahap ini sangat penting. Kami sebagai jurnalis harus berdiri bersama dan saling mendukung".

Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Jurnalis menyebutkan bahwa Asosiasi Jurnalis Palestina telah mencatat pola yang berkembang dari penargetan langsung jurnalis oleh militer Israel yang melampaui pelecehan atau penangkapan semata.

Ia menambahkan bahwa data Federasi Internasional Jurnalis dengan jelas menunjukkan tingkat korban di mana, sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, lebih dari 212 jurnalis dan staf media di Gaza tewas oleh pasukan Israel dan puluhan lainnya terluka serta beberapa hilang.

Menurut kantor berita Palestina Safa, Federasi Internasional Jurnalis dengan kerja sama Asosiasi Jurnalis Palestina dan tim hukumnya, sedang berupaya mendokumentasikan bukti penargetan jurnalis Palestina oleh pasukan Israel sejak Oktober 2023 untuk mempersiapkan pengajuan gugatan di Mahkamah Kriminal Internasional dan menuntut keadilan serta pertanggungjawaban pelaku kejahatan ini.

Federasi Internasional Jurnalis menyebutkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, pejabat rezim Zionis mencegah masuknya jurnalis internasional ke Gaza dan menghalangi dunia dari liputan langsung peristiwa di wilayah ini oleh jurnalis independen.

Federasi ini menegaskan bahwa dengan agresi yang berkelanjutan dan krisis kemanusiaan, dunia hampir sepenuhnya bergantung pada jurnalis lokal Palestina yang terus bekerja meskipun menghadapi risiko yang signifikan.

Federasi Internasional Jurnalis bersama serikat anggota dan organisasi kebebasan pers sekali lagi meminta kabinet rezim Zionis untuk segera mencabut blokade media, mengizinkan jurnalis asing masuk ke Gaza dan melakukan pekerjaan independen di sana, serta menghormati hak publik atas akses informasi.

Federasi ini menambahkan bahwa bersama serikat anggotanya di seluruh dunia selain mengorganisir kampanye solidaritas dan berupaya mengumpulkan bantuan keuangan melalui Dana Keamanan Federasi Internasional Jurnalis, terus mendukung jurnalis di Gaza.

Federasi Internasional Jurnalis menyebutkan bahwa pada bulan September, Serikat Penulis Nasional Amerika, salah satu anggota Federasi Internasional Jurnalis, sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana, menyumbangkan 3 ribu dolar kepada Asosiasi Jurnalis Palestina.

Federasi internasional ini memperingatkan bahwa pengurangan bantuan keuangan mengancam kelanjutan aktivitas pusat-pusat ini dan menempatkan mereka pada risiko penutupan yang akan menghalangi jurnalis dari ruang dasar untuk bekerja, bertemu, dan mendapatkan dukungan.(Sail)