Koalisi Saudi Bombardir SPBU di Dhamar: 1 Warga Syahid, 3 Terluka
-
Serangan Arab Saudi ke Yaman (dok)
Pars Today - Juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan bahwa dalam serangan udara koalisi Saudi ke sebuah SPBU di wilayah Haran di Provinsi Dhamar, pada jarak 100 kilometer selatan kota Sanaa, seorang warga sipil syahid dan tiga lainnya terluka.
Melansir IRNA, Kamis, 08 Oktober 2026, dengan mengumumkan berita ini dari juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman, ditambahkan, "Sebelumnya juga koalisi Saudi pada Selasa (6/10) pagi dengan menargetkan desa Umm al-Dhahi yang terletak di Distrik Haradh, melakukan pembantaian terhadap penduduk Provinsi Hajjah.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Yaman, serangan ini mengakibatkan syahidnya 6 anggota satu keluarga dan seorang anak terluka parah.
Al-Masirah dengan merujuk pada fakta bahwa serangan ini dilakukan dalam kerangka agresi berkelanjutan koalisi Saudi ke beberapa provinsi dan wilayah Yaman dan menimbulkan korban manusia serta kerusakan material, menambahkan, "Sementara itu, wilayah hunian dan infrastruktur sipil Yaman akibat serangan udara musuh, mengalami berbagai tingkat kerusakan."
Penembakan Jatuh Drone Buatan Turki di Provinsi Taiz
Dalam berita lain, Nashruddin Amer, Ketua Dewan Pengelola kantor berita Saba dan anggota senior Ansarullah Yaman di halaman pribadinya mengutip juru bicara angkatan bersenjata negaranya melaporkan penembakan jatuh satu unit drone buatan Turki di atas Provinsi Taiz.
Ia mengutip Brigadir Jenderal Yahya Saree" menambahkan bahwa dengan pertolongan Tuhan, angkatan bersenjata Yaman berhasil menembak jatuh satu unit drone pengintai bersenjata jenis Bayraktar Akıncı buatan Turki milik musuh Saudi saat melakukan operasi bermusuhan di wilayah udara Provinsi Taiz.
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman menambahkan bahwa drone ini ditembak jatuh dengan senjata yang sesuai.
Arab Saudi pada tahun 2015 setelah serangan militernya ke Yaman melakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap negara miskin ini dan Amerika pada Oktober 2016 bergabung dengan blokade ini dan kemudian mengklaim telah mundur dari keputusan tersebut.
Sanaa pada 5 Juli 2026 memutuskan untuk mematahkan blokade ini dan selanjutnya Arab Saudi membombardir Bandara Sanaa yang mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata dan selanjutnya dengan melakukan operasi-operasi, dengan memukul mundur milisi Yaman yang didukung Arab Saudi, berhasil meraih kemenangan besar termasuk menguasai kota pelabuhan dan bersejarah "Mokha" serta wilayah penting, strategis, dan pesisir Kahbub di selatan negara ini.
Hal ini sangat meningkatkan kendali tentara Yaman atas Selat Bab al-Mandab yang strategis sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.
Pasukan tentara Yaman juga merebut kembali sejumlah pulau strategis dari milisi yang didukung Amerika, yang melengkapi penguasaan atas jalur pelayaran ini.
"Jubir Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan serangan udara koalisi Saudi ke SPBU di wilayah Haran, Provinsi Dhamar (100 km selatan Sanaa): 1 warga sipil syahid, 3 terluka. Sebelumnya, Selasa pagi, koalisi Saudi menargetkan desa "Umm al-Dhahi" di Distrik Haradh, Provinsi Hajjah: 6 anggota satu keluarga syahid, 1 anak terluka parah."(Sail)