Netanyahu Khawatir Hubungan Strategis Iran dan Rusia Makin Erat
-
Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu
Pars Today - Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan kekhawatirannya atas semakin eratnya hubungan strategis Iran dan Rusia. Ia mengklaim bahwa kerja sama kedua negara tersebut bertentangan dengan kepentingan Rusia sendiri.
Menurut laporan IRNA, Minggu, 18 Oktober 2026, Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut pada Minggu saat memaparkan doktrin keamanan nasional rezim Israel. Ia mengatakan bahwa kepentingan Israel dan Rusia telah beberapa kali berbenturan dalam beberapa bulan terakhir, dan Moskow telah mengambil sejumlah langkah yang merugikan Israel.
Menanggapi pertanyaan seorang jurnalis The Jerusalem Post, Netanyahu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin eratnya hubungan Tehran dan Moskow. Ia mengklaim, “Kerja sama Rusia dengan Iran bertentangan dengan kepentingan Rusia sendiri. Kami membahas semua persoalan ini dengan mereka secara sangat terus terang dan terbuka.”
Meski demikian, perdana menteri rezim Israel itu mengakui bahwa Rusia memiliki kepentingannya sendiri, begitu pula Israel. Menurutnya, kepentingan kedua negara tidak selalu sejalan dan terkadang bahkan saling bertentangan.
“Karena itu, saya selalu berusaha mengupayakan kepentingan bersama kami sejauh mungkin. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, kita harus mempertahankan kepentingan sendiri dan berjuang untuk membelanya,” ujarnya.
Menurut pemberitaan The Jerusalem Post, perluasan kerja sama militer Rusia dengan Iran telah menjadi salah satu sumber kekhawatiran utama Israel.
Hubungan Iran dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir terbentuk atas dasar sejumlah faktor politik, keamanan, ekonomi, dan geopolitik. Dukungan Moskow terhadap Teheran di lembaga-lembaga internasional serta penentangannya terhadap sanksi sepihak merupakan bagian dari kerja sama tersebut.
Baru-baru ini, lembaga kajian Dewan Urusan Internasional Rusia melaporkan bahwa di tengah meningkatnya konfrontasi Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, Moskow dan Tehran semakin terdorong untuk memperluas kerja sama strategis dan pertahanan.
Sementara itu, meningkatnya tekanan sanksi Washington, perkembangan keamanan di Teluk Persia, serta kemungkinan berkurangnya kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah telah membuka peluang baru bagi semakin eratnya hubungan kedua negara.
“Benjamin Netanyahu menyatakan kekhawatirannya atas semakin eratnya hubungan strategis Iran dan Rusia. Netanyahu mengklaim bahwa kerja sama Moskow dengan Teheran bertentangan dengan kepentingan Rusia sendiri. Ia mengakui bahwa kepentingan Israel dan Rusia tidak selalu sejalan dan terkadang saling bertentangan.”(Sail)