Ansharullah: Bank Target Yaman Semakin Luas dan Terus Diupdate
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198940-ansharullah_bank_target_yaman_semakin_luas_dan_terus_diupdate
Pars Today - Anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman dengan menyebut serangan Saudi terhadap warga sipil, menilai hal itu sebagai tanda keputusasaan musuh dan mengabarkan serangan-serangan yang lebih menghantam ke kedalaman Arab Saudi serta menegaskan bahwa bank target Yaman dalam merespons serangan Arab Saudi bersifat luas dan terkini.
(last modified 2026-10-19T08:41:15+00:00 )
Okt 19, 2026 15:39 Asia/Jakarta
  • Hizam Al-Asad, anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman
    Hizam Al-Asad, anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman

Pars Today - Anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman dengan menyebut serangan Saudi terhadap warga sipil, menilai hal itu sebagai tanda keputusasaan musuh dan mengabarkan serangan-serangan yang lebih menghantam ke kedalaman Arab Saudi serta menegaskan bahwa bank target Yaman dalam merespons serangan Arab Saudi bersifat luas dan terkini.

Menurut laporan IRNA mengutip Al-Masirah, Senin, 19 Oktober 2026, Hizam Al-Asad, anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman mengatakan, "Menargetkan warga sipil di Yaman, khususnya perempuan dan anak-anak, timbul dari kenyataan bahwa Arab Saudi meskipun bertahun-tahun melakukan agresi ke Yaman dan menikmati dukungan Amerika Serikat serta rezim Zionis, tidak mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang diinginkannya.

Ia menambahkan, "Serangan-serangan udara yang menargetkan rumah-rumah, pasar, jembatan, sekolah, rumah sakit, masjid, dan upacara pemakaman menyingkap sifat asli pendekatan rezim Saudi dalam agresi ke Yaman setelah kegagalannya mencapai tujuan-tujuan militernya. Tindakan Arab Saudi terhadap Yaman tidak berhenti pada blokade, kelaparan, dan penargetan infrastruktur, melainkan juga meluas hingga pemboman kumpulan warga sipil."

Ia dengan menyebut agresi Saudi ke Saada dan wilayah-wilayah lain di Yaman, menambahkan, "Serangan-serangan ini tidak memaksa rakyat Yaman mundur atau menyerah, melainkan memperkuat tekad dan kehendak mereka untuk merebut kembali hak-hak mereka dan mematahkan blokade. Angkatan bersenjata Yaman memiliki bank target yang luas dan terus dilengkapi, dan strategi 'eskalasi (serangan) dibalas eskalasi' memungkinkan mereka membalas agresi yang berkelanjutan dengan mengintensifkan serangan terhadap sasaran-sasaran militer dan vital di kedalaman Arab Saudi."

Hizam Al-Asad menegaskan, "Rezim Saudi sepanjang tahun-tahun agresi menempuh pendekatan kriminal dan menargetkan semua tanda kehidupan di Yaman, mulai dari rumah dan pasar hingga pusat-pusat layanan dan tempat-tempat ibadah. Jumlah serangan udara terhadap Yaman melampaui 300 ribu agresi."

Ia dengan menyebut kekalahan para antek yang didukung Arab Saudi dan tereksposnya mereka pada serangan-serangan di wilayah perbatasan dan pendudukan, serta penargetan pusat-pusat vital di Arab Saudi, mengatakan, "Sasaran-sasaran ini sah dan berada dalam kerangka konfrontasi."

Ia menambahkan, "Apa dosa perempuan, anak-anak, dan warga sipil yang dibombardir dengan bom-bom buatan Amerika?"

Ia mengkritik kelanjutan serangan Saudi terhadap warga sipil dan gerak-geriknya untuk melibatkan pihak lain dalam perang melawan Yaman, dan menyatakan, "Angkatan Bersenjata Yaman mampu mengintensifkan operasi mereka dan menargetkan sasaran-sasaran sensitif militer dan vital di kedalaman wilayah Arab Saudi dan dengan cara ini mencegah serangan lebih lanjut. Penolakan terhadap penargetan warga sipil tidak berarti mengesampingkan balasan atas kejahatan atau mundur dari prinsip eskalasi dibalas eskalasi."

Al-Asad dengan menyebut bahwa Yaman tidak bertujuan menargetkan warga sipil, menegaskan, "Pencegahan berfokus pada sasaran-sasaran militer dan vital yang berkaitan dengan agresi."

Ia mengkritik sikap diam masyarakat internasional tentang penargetan warga sipil di Yaman dan menyatakan bahwa kepentingan finansial dan minyak telah memengaruhi posisi sebagian aktor internasional.

Ia menyebut masuknya nama Arab Saudi dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyatakan bahwa tekanan-tekanan finansial mencegah nama Arab Saudi tetap berada dalam daftar tersebut meskipun tindakan-tindakannya bersifat kriminal.

Hizam Al-Asad menegaskan, "Rakyat Yaman tidak akan berlutut di hadapan agresi dan tidak akan menyerah, dan penargetan warga sipil Yaman hanya akan memperkuat tekad mereka untuk bertahan. Darah para korban tidak akan memaksa warga Yaman menyerah, melainkan akan memperkuat tekad mereka."

"Hizam Al-Asad, anggota Biro Politik Ansharullah Yaman, menilai serangan Saudi terhadap warga sipil sebagai tanda keputusasaan musuh karena Arab Saudi meskipun bertahun-tahun agresi dan dukungan AS serta rezim Zionis tidak mampu mewujudkan tujuannya. Serangan udara yang menargetkan rumah, pasar, jembatan, sekolah, rumah sakit, masjid, dan upacara pemakaman menyingkap sifat asli pendekatan rezim Saudi setelah kegagalan militernya."(Sail)