Kebijakan Represif Al Khalifa terhadap Rakyat Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i22897-kebijakan_represif_al_khalifa_terhadap_rakyat_bahrain
Bahrain dalam beberapa hari terakhir diliputi langkah-langkah keamanan ketat rezim Al Khalifa dan penindasan terhadap oposisi. Penangkapan terhadap para aktivitis politik dan HAM serta oposisi Bahrain menjadi kegiatan rutin rezim Al Khalifa untuk menumpas kebangkitan rakyat di negara Pesisir Teluk Persia ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 11, 2016 18:05 Asia/Jakarta
  • Kebijakan Represif Al Khalifa terhadap Rakyat Bahrain

Bahrain dalam beberapa hari terakhir diliputi langkah-langkah keamanan ketat rezim Al Khalifa dan penindasan terhadap oposisi. Penangkapan terhadap para aktivitis politik dan HAM serta oposisi Bahrain menjadi kegiatan rutin rezim Al Khalifa untuk menumpas kebangkitan rakyat di negara Pesisir Teluk Persia ini.

Rezim Al Khalifa juga melanjutkan kebijakan-kebijakan represif terhadap warga Syiah Bahrain dan para ulama di negara ini. Rezim diktator tersebut memanggil Sheikh Maytham Al Salman, salah satu ulama terkemuka dan pejabat Urusan Kebebasan Beragama Human Rights Watch Bahrain untuk dimintai keterangan sebagai upaya dalam sebuah penyelidikan.

 

Meskipun rezim Al Khalifa tidak menjelaskan penyebab pemanggilan tersebut, namun sekitar empat bulan lalu, rezim Manama telah meningkatkan tindakan represif terhadap ulama terkemuka Bahrain, bahkan mencabut kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim, pemimpin Syiah di negara ini dan menangkap ulama besar pendukungnya.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, rezim Al Khalifa meningkatkan penumpasan terhadap oposisi, di mana hasil dari kebijakan ini adalah gelombang luas penangkapan terhadap para ulama, aktivis politik, hukum dan HAM Bahrain.

 

Perilaku rezim Al Khalifa menunjukkan bahwa rezim ini tidak hanya mempersempit kebebasan politik rakyat Bahrain, namun juga menghapus hak mendasar lainnya seperti hak kebebasan untuk melakukan aktivitas keagamaan dan mazhab.

 

Kelanjutan tindakan-tindakan anti-agama dan kebijakan yang bertentangan dengan undang-undang kewarganegaraan semakin memperjelas wajah asli penguasa otoriter Bahrain di hadapan opini publik dunia.

 

Menjelang datangnya bulan Muharram setiap tahunnya, aparat kemanan rezim Al Khalifa menurunkan simbol-simbol, poster dan spanduk tentang Asyura untuk mengurangi semangat warga Muslim Bahrain menyelenggarakan acara-acara duka mengenang kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.  

 

Selain melecehkan kesucian Islam rakyat Bahrain, rezim Al Khalifa juga telah berulang kali merusak simbol-simbol Asyura dan menghancurkan puluhan Huseiniyah dan masjid. Rezim tirani ini telah melanggar semua hak rakyat Bahrain.

 

Rezim Al Khalifa menarget keyakinan-keyakinan Islam rakyat Bahrain dengan harapan bisa memudarkan keyakinan mereka, sehingga mereka bersedia menerima berbagai kebijakan hegemoniknya.

 

Kebijakan rezim Al Khalifa yang membatasi aktivitas keagamaan rakyat Bahrain dan menodai kesucian Islam serta ritual keagaman telah membangkitkan perlawanan rakyat terhadap tindakan tersebut. Rakyat Bahrain menunjukkan sikap-sikap yang tidak mentolerir penghinaan terhadap ritual keagamaan.

 

Pada dasarnya, perilaku rezim Al Khalifa justru semakin membuat rakyat Bahrain lebih bersemangat untuk melawan kediktatoran rezim dan bertekad untuk merealisasikan cita-cita dan tuntutan-tuntutan legal mereka.

 

Para pejabat Al Khalifa berpikir bahwa dengan menghancurkan puluhan masjid dan Huseiniyah serta menodai kesucian Islam dan keyakinan warga Bahrain, mereka akan bisa mencegah kebangkitan rakyat yang melawan kelaliman penguasa. Namun ternyata yang terjadi justru sebaliknya, rakyat Bahrain semakin bersemangat untuk meraih hak-haknya dan terlepas dari penindasan rezim.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa dengan cara damai. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat. Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim Manama menumpas para revolusioner dan aktivis Bahrain.

 

Perlawanan damai dan berkelanjutan rakyat Bahrain terhadap penindasan rezim Al Khalifa menyebabkan rezim ini memperoleh tekanan dari banyak kalangan. Hal ini terlihat dari meluasnya protes opini publik terhadap Al Khalifa yang telah melanggar Hak Asasi Manusia di Bahrain.  (RA)