Jubir Kemlu Irak Sebut Turki sebagai Arogan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak menggambarkan penolakan Turki untuk menarik pasukannya dari wilayah Irak sebagai sikap yang arogan dan congkak.
"Irak adalah negara yang berdaulat dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Negara ini mampu mempertahankan wilayah dan kedaulatannya," kata Ahmad Jamal, Rabu (24/2/2016).
Menurutnya, penolakan Turki untuk menarik pasukannya dari Irak sebagai sebuah bentuk arogansi yang tidak dapat dijustifikasi.
Jamal menjelaskan, sikap Turki yang melibatkan Irak ke dalam perang yang tidak penting ketika rakyat negara ini sedang sibuk menghadapi perang mendasar dan menentukan untuk melawan kelompok teroris ISIS, adalah aneh.
"Jika pemerintah Ankara mengklaim memerangi terorisme, maka klaim itu harus dibuktikan dalam perbuatan. Namun Turki justru menyebarkan pasukannya di wilayah Irak dan seakan-akan menciptakan front militer di negara ini," pungkasnya.
Sejak awal bulan Desember 2015, Turki telah mengerahkan ratusan pasukan ke wilayah Bashiqa, dekat Mosul di Provinsi Nineveh, Irak dengan dalih melatih pasukan Peshmerga.
Meskipun pemerintah Baghdad telah berulangkali menuntut Ankara untuk menarik pasukan, bahkan Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab mengeluarkan pernyataan untuk mendak Turki menarik pasukannya dari utara Irak, namun Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki menolak semua tuntutan tersebut. (RA)