Faisal al-Miqdad Tolak Klaim Penggunaan Senjata Kimia
Suriah menepis klaim Barat terkait penggunaan senjata kimia oleh militer negara ini dalam memerangi kelompok teroris.
IRIB News melaporkan, Deputi menteri luar negeri Suriah, Faisal al-Miqdad Senin (28/11) menyatakan berbagai klaim anti pemerintan Suriah terkait penggunaan bahan kimia terhadap kelompok teroris yang dilontarkan tanpa bukti oleh sejumlah elit politik Barat merupakan bagian dari pertarungan, kebohongan, koordinasi dan pengulangan.
Faisal al-Miqdad menolak hasil penyidikan tim PBB terkait penggunaan gas klorin oleh militer Suriah dan menambahkan, laporan ini disusun berdasarkan temuan keliru dan tidak meyakinkan di mana kian melemahkan kredibilitas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Deputi menlu Suriah menjelaskan, masyarakat internasional harus mencegah produksi dan pemanfaatan senjata kimia oleh kelompok teroris seperti Daesh.
Menurut pejabat OPCW, teroris Daesh memproduksi gas sulfur dan mustard serta menggunakannya di Irak dan Suriah.
Pemerintah Suriah menjadi target konspirasi Barat di bidang pelanggaran hak asasi manusia, padahal dalam koridor resolusi 2118 Dewan Keamanan, Damaskus telah menyerahkan bahan kimia yang dimilikinya kepada OPCW. Dalam hal ini, Suriah juga memiliki kerjasama konstruktif dan hal tersebut juga diakui oleh berbagai organiasi internasional. (MF)