Peran dan Risalah Wanita; Hijab dan Pakaian (4)
-
Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Mode Kemewahan; Faktor Penyimpangan Sosial Menurut keyakinan saya, kecenderungan pada mode kemewahan dan menuntut yang baru dan berlebihan dalam urusan dandanan dan tampil di hadapan para lelaki, merupakan salah satu faktor penyimpangan sosial yang paling besar dan penyimpangan para wanita. Di hadapan masalah ini, para wanita harus bertahan.
Mereka berusaha menjadikan wanita sedemikian rupa sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Mereka senantiasa butuh untuk membuat mode dan menyibukkan mata, hati dan pikiran pada hal-hal yang bersifat lahiriah. Orang yang sibuk dengan hal ini, lalu kapan dia sampai pada nilai-nilai hakiki? Ia tidak akan memiliki kesempatan untuk sampai [pada nilai-nilai hakiki]. Bila seorang wanita memikirkan dirinya untuk menarik perhatian para lelaki, lalu kapan dia akan menemukan kesempatan untuk memikirkan kesucian pikirannya? Mungkinkah hal semacam ini bisa terjadi? (dalam pertemuan dengan para perawat, 22/8/1370)
Tidak Adanya Pertentangan Antara Hijab dan Hak Serta Kebebasan
Berbeda dengan kontroversi yang dilakukan oleh dunia Barat terhadap masalah hijab yang disebut sebagai pelanggar hak dan kebebasan wanita, hijab tidak ada kaitannya dengan hak dan kebebasan sama sekali. Hijab merupakan perkara wajib bagi wanita dan pria, dimana masing-masing harus menjaga batasan-batasan tertentu ini. Karena, dengan hancurnya hijab, maka musibah akan menimpa wanita sebagaimana yang saat ini kita saksikan di lingkungan Barat dengan menyalahgunakan wanita. (dalam pertemuan dengan wanita pejabat, spesialis dan seniman negara, 22/8/1374)
Hijab Tidak Mengganggu dan Menghalangi Aktivitas Politik, Sosial Dan Keilmuan
Hijab sama sekali tidak mengganggu dan menghalangi aktivitas politik, sosial dan keilmuwan. Buktinya nyatanya adalah kalian sendiri. Mungkin saja sejumlah orang merasa takjub dan sampai saat ini masih merasa takjub bahwa seorang wanita berada di tingkatan atas keilmuan di pelbagai bidang, menyesuaikan dirinya dengan ajaran Islam, di antaranya masalah hijab. Hal ini bagi sebagian orang tidak bisa dipercaya dan mereka tidak bisa membayangkannya.
Kita lewati saja tentang sikap kurang ajar orang-orang yang mengejek di zaman rezim despotik Shah Pahlevi. Di masa itu, sedikit dari para wanita dan anak-anak gadis yang memakai hijab di universitas. Mereka dicaci dan diejek. Sikap-sikap tersebut adalah sikap tidak manusiawi dan salah, dimana seseorang tidak menerima sesuatu lantas mengejeknya. Sikap yang saat ini dilakukan juga oleh media-media Barat. Di masa itu, orang-orang seperti ini bersikap kurang ajar dan tidak perlu dibahas. Namun mereka yang tidak bersikap kurang ajar, tapi sebagai pemikir dan logis, ucapan dan pemikirannya tepat, tidak percaya bahwa mungkinkah seorang wanita yang menjaga ajaran Islam, termasuk masalah hijab, bisa mencapai derajat tinggi keilmuan dan menjadi ilmuwan. Sebagaimana juga mereka tidak percaya, orang semacam ini bisa menjadi orang penting di bidang politik dan sosial. Sebagaimana juga tidak membayangkan orang semacam ini bisa menjadi anasir aktivis revolusioner. Revolusi kita telah menganggap salah seluruh bayangan yang batil ini dan kita telah melihat bahwa para wanita sebagai pasukan baris terdepan revolusi. Dan inilah makna hakiki kata-kata itu. Dan saya tidak berlebihan dalam mengatakannya. (dalam pertemuan dengan para dokter wanita seluruh negeri, 26/10/1368)
Hijab; Masalah Penting Republik Islam Iran
Republik Islam Iran, telah bertahan di hadapan pelbagai kefasadan Barat dan sejak awal mengumumkan bahwa ia tidak meyakini dengan hubungan bebas wanita dan pria tanpa aturan dan bersikukuh terkait masalah ini. Menurut pendapat sebagian orang, ini adalah masalah cabang dan bagian, padahal mereka ini salah. Ini adalah masalah yang sangat penting. (dalam khutbah Jumat, 10/1/1369)
Tidak Adanya Pertentangan Hijab Dan Iffah Dengan Menuntut Ilmu
Jangan mengiklankan bahwa dengan menjaga hijab, dengan menjaga iffah [kehormatan diri], dengan menjadi ibu rumah tangga, dengan mendidik anak, seseorang tidak akan bisa menuntut ilmu. Kita saat ini, alhamdulillah, betapa banyak memiliki para wanita ilmuwan dan pintar di berbagai macam jurusan di tengah-tengah masyarakat. Para mahasiswi yang giat dan berpotensi serta bernilai. Para alumnus tingkat tinggi, para dokter hebat dan tingkat tinggi! Saat ini, di Republik Islam Iran, berbagai macam jurusan keilmuan ada di tangan para wanita. Para wanita yang menjaga kehormatan diri dan kesuciannya. Menjaga hijabnya dengan model yang sempurna. Mendidik anaknya dengan cara islami. Melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri sebagaimana yang dikatakan oleh Islam. Juga melakukan aktivitas keilmuan dan politik.
Dengan mental islami, dan di lingkungan islami, wanita bisa mencapai kesempurnaan yang hakiki; jauh dari segala keburukan, jauh dari kemewahan dan jauh dari kehinaan dan kerendahan di hadapan konsumerisme. (dalam pertemuan besar dengan para wanita negeri, 25/9/1371)
Pesan Menjaga Hijab
Saudara-saudara dan saudari-saudari! Khususnya saudari yang mulia! Musim panas ini bisa menjadi arena yang pas di hadapan musuh yang senantiasa berusaha mengeroposi revolusi dan masyarakat kita dari dalam bak rayap. Bila di musim panas ini saudari-saudari muslimah, tidak menjaga hijab dan kehormatan dirinya, dan saudara-saudara muslim tidak menjaga hawa nafsunya dan tidak punya penjagaan sebagaimana seharusnya bak penjagaan yang dimiliki oleh seorang pasukan di tengah-tengah medan, maka musuh akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Adapun saudari-saudari yang mulia! Demikian juga wahai saudara-saudara yang mulia! Gunakanlah kesempatan yang ada ini dengan baik dengan pesan Imam [Khomeini].
Wanita muslimah Iran telah menunjukkan dirinya pada semua dunia, baik lelaki maupun perempuan. Hai wanita muslimah! Hai ibu yang menggendong anaknya dan menuju pada medan yang berbahaya; engkau taruhkan nyawamu dan anakmu ke tempat berbahaya! Hai ibu! Hai istri! Hai saudari yang siap berkorban supaya revolusi mencapai kemenangan. Bila tidak ada kekuatan iman dan kemauanmu hai wanita muslimah, maka revolusi tidak akan menang! Saat ini revolusi juga memerlukanmu! (dalam khutbah Jumat, 13/4/1359) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami
Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslam