Saudi Kabarkan Kemungkinan Kudeta di UEA
-
Khalid bin Ali bin Abdullah al-Humaidan
Ketua Dinas Intelijen Arab Saudi mengabarkan adanya rencana aksi kudeta dalam waktu dekat di Uni Emirat Arab.
ISNA (31/1) melaporkan, Khalid bin Ali bin Abdullah al-Humaidan, Kepala Dinas Intelijen Pusat Saudi yang juga anggota Dewan Politik dan Keamanan Saudi dalam wawancara dengan BBC Arab menuturkan, sejumlah bukti yang ada saat ini menunjukkan terdapat rencana kudeta dalam waktu dekat terhadap Syeikh Hamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi.
Al Humaidan menambahkan, seluruh analis politik memprediksikan bahwa Sultan bin Zayed Al Nahyan, putra kedua Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, akan segera merancang kudeta terhadap Putra Mahkota Abu Dhabi.
Kudeta tersebut menyusul didepaknya Sultan bin Zayed Al Nahyan dari pos komando tinggi Angkatan Bersenjata UEA dan Deputi Perdana Menteri atas perintah Putra Mahkota.
Hingga kini tidak ada satupun pejabat Saudi dan pegawai BBC Arab yang mereaksi pemberitaan ini.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat tampak berusaha mencegah terjadinya kudeta terhadap Syeikh Hamed bin Zayed Al Nahyan.
Menurut Kepala Dinas Intelijen Pusat Saudi, Syeikh Hazza bin Zayed Al Nahyan, putra kelima Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan memprotes kebijakan-kebijakan Putra Mahkota UEA dalam mengelola pemerintahan di negara itu.
Di sisi lain, Syeikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Pemimpin UEA yang juga Pemimpin Dubai dalam pertemuan dengan staf komando dan perwira tinggi memprotes Putra Mahkota dan hubungan dekatnya dengan Saudi. (HS)