Nasrullah: Perang Suriah Bukan Sekedar Melawan Kelompok Teroris Bersenjata
-
Sayyid Nasrullah
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrullah menyatakan, ancaman militer terhadap Iran adalah perang psikologis untuk menekan Rahbar, pemerintah dan rakyat Iran dengan tujuan mengeruk konsesi atau agar pedoman terhadap prinsip dan nilai-nilai mereka mengendur.
Sayyid Hassan Nasrullah dalam wawancara dengan IRIB Senin malam (20/02/2017) menyinggung ancaman AS untuk menyerang Iran dan mengatakan, Amerika Serikat menyadari sedang tidak dalam kondisi tepat untuk menyerang Iran dan bahwa Republik Islam tidak sendirian.
Ditambahkannya, Perang Suriah, bukan hanya perang dengan sekelompok teroris bersenjata saja, melainkan sebuah perang dengan sejumlah negara Barat dan Arab sekutu mereka yang dipimpin Amerika Serikat.
Sayyid Nasrullah juga menyinggung serangan Arab Saudi ke Yaman dan mengatakan, "Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan sejumlah negara Arab memiliki peran langsung dalam perang tersebut."
Sekjen Hizbullah menjelaskan, dalam serangan Saudi ke Yaman lebih dari 17 juta warga Yaman terkepung. Bangsa tertindas Yaman adalah bangsa pejuang legendaris di hadapan para agresor.
Sayyid Nasrullah juga menyinggung penangkapan dan eksekusi para revoluioneris Bahrain dan mengatakan, "Rezim Al-Khalifa dengan memblokade dan menjatuhkan hukuman berat terhadap para pejuang revolusi Bahrain, khususnya Syeikh Isa Qassem, ruhaniwan besar negara ini, sedang berusaha memberangus gerakan revolusi rakyat."
Menjawab pertanyaan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis telah melabel Hizbullah sebagai kelompok teroris, Sekjen Hizbullah menandaskan, "Para teroris tidak bisa memberikan penilaian untuk bangsa-bangsa lain dan melabel pihak lain sebagai teroris."(MZ)