Operasi Pembebasan Mosul Barat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33422-operasi_pembebasan_mosul_barat
Pasukan Irak melanjutkan operasi pembebasan sebagian wilayah Barat Mosul, dan berhasil membebaskan bandara kota ini dari cengkeraman kelompok teroris Daesh.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 24, 2017 13:53 Asia/Jakarta
  • Operasi Pembebasan Mosul Barat

Pasukan Irak melanjutkan operasi pembebasan sebagian wilayah Barat Mosul, dan berhasil membebaskan bandara kota ini dari cengkeraman kelompok teroris Daesh.

Televisi Irak melaporkan, pasukan Irak memasuki bandara Mosul dan merebutnya dari kelompok teroris Daesh. Keberhasilan pasukan Irak membebaskan tempat strategis ini terjadi hanya berselang lima hari dari awal dimulai operasi pembebasan wilayah barat Mosul.

Pembebasan bandara Mosul menjadi langkah penting operasi pembebasan wilayah barat kota ini. Sebab dari tempat ini,angkatan udara Irak bisa menerbangkan pesawatnya untuk mendukung proses pembebasan pangkalan militer Al-Ghazalani dari cengkeraman kelompok teroris Daesh, yang menjadi target utama operasi pembebasan wilayah barat Mosul.

Pada tahapan operasi militer kali ini didukung oleh sekitar 100.000 personil angkatan udara Irak. Tapi masalah penting dalam operasi pembebasan bagian barat adalah pembagian tugas dalam operasi tersebut. Misalnya, pembebasan bandara Mosul dilakukan oleh pasukan gerak cepat dan kepolisian federal Irak dengan dukungan pasukan udara dan artileri. Sedangkan pembebasan pangkalan Al-Ghazalani diserahkan kepada pasukan khusus anti-teroris yang beroperasi dengan dukungan pasukan udara.

Jika pasukan Irak berhasil membebaskan pangkalan Al-Ghazalani dari cengkeraman kelompok teroris, maka jalur transportasi wilayah selatan kota Mosul akan berada dalam kendali militer Irak. Kontrol jalur tersebut merupakan salah satu strategi paling penting dalam meningkatkan tekanan terhadap kelompok teroris Daesh yang masih berada di sebagian wilayah barat Mosul.

Data di lapangan menunjukkan kelompok teroris Daesh di wilayah barat Mosul berada dalam kepungan pasukan Irak. Milisi teroris Daesh menghalalkan berbagai cara termasuk menggunakan perisai manusia untuk menyelamatkan diri. Sebelumnya, teroris Daesh menggunakan cara yang sama dalam operasi pembebasan kota Al-Anbar. Cara yang ditempuh teroris tersebut akan menimbulkan tragedi kemanusiaan besar, terutama dengan mempertimbangkan besarnya populasi kota Mosul.

Jalan dan gang di wilayah barat Mosul sempit dan padat penduduk. Faktor ini dimanfaatkan oleh kelompok teroris Daesh dengan menerapkan strategi perisai manusia, yang memicu kekhawatiran berbagai kalangan, termasuk PBB. Hingga kini, PBB memperingatkan kondisi buruk ribuan warga Mosul. Teroris Daesh tahu benar, direbutnya wilayah barat Mosul akan mengubur mimpi mereka di Irak.(PH)