Lawatan Menlu Saudi ke Irak Dinilai Konspirasi Baru AS-Israel
-
Adel Al Jubeir dan Haider Al Abadi
Ketua Fraksi Al Sadiqun di Parlemen Irak menilai kunjungan Adel Al Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi ke Irak sebagai konspirasi baru Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Situs berita Irak (28/2) melaporkan, Hasan Salim, Ketua Fraksi Al Sadiqun di Parlemen Irak, Selasa (28/2) menuturkan, rezim Al Saud menjadi alat Israel untuk membantai warga sipil.
Menurut Hasan Salim, Saudi adalah rezim teroris paling brutal yang melakukan kejahatan-kejahatan terhadap rakyat Irak, Yaman dan Suriah.
Ia menambahkan, Baghdad harus mewaspadai konspirasi-konspirasi yang dilancarkan rezim Al Saud, pasalnya jika Saudi jujur dalam menjalin hubungan dengan Irak, pasti Riyadh sudah sejak lama memutus dukungan untuk kelompok-kelompok teroris di Irak.
Kadhim Al Sayadi, anggota Koalisi Negara Hukum di Parlemen Irak juga menyebut Saudi sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan Amerika di kawasan.
Ia mengatakan, lawatan Adel Al Jubeir, Menlu Saudi ke Irak dilakukan untuk merealisasikan proyek Donald Trump, Presiden Amerika guna merancang kembali peta Timur Tengah.
Al Sayadi menyinggung kebijakan dan kecenderungan sektarianisme serta etnisitas Saudi sebagai salah satu unsur destruktif di kawasan.
"Saudi karena dukungan-dukungan senjata dan pemikiran yang diberikannya kepada teroris, bertanggung jawab atas pertumpahan darah di jalan-jalan dan medan tempur," ujarnya.
Adel Al Jubeir, Menlu Saudi, 27 Februari 2017 lalu melakukan lawatan tak terduga ke Irak. Dalam pertemuan dengan Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak, Al Jubeir mengklaim, Riyadh siap membantu mewujudkan stabilitas di wilayah-wilayah Irak yang sudah dibebaskan dari tangan teroris. (HS)