Proyek Turki Bangun Zona Penyangga di Aleppo Digagalkan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33710-proyek_turki_bangun_zona_penyangga_di_aleppo_digagalkan_suriah
Kemajuan militer Suriah di Timur Laut Provinsi Aleppo, berhasil memutus jalur pergerakan kelompok pemberontak dukungan Turki menuju Raqqa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 01, 2017 08:26 Asia/Jakarta
  • Proyek Turki Bangun Zona Penyangga di Aleppo Digagalkan Suriah

Kemajuan militer Suriah di Timur Laut Provinsi Aleppo, berhasil memutus jalur pergerakan kelompok pemberontak dukungan Turki menuju Raqqa.

IRIB (28/2) melaporkan, Tahsin Halabi, Kepala Pusat Riset Strategis Damaskus, Selasa (28/2) terkait kemajuan yang diraih militer Suriah di Timur Laut Aleppo mengatakan, pasukan gabungan Suriah dengan kemajuan yang dicapai ini, berhasil membendung operasi pasukan dukungan Turki menuju Manbij yang pada akhirnya akan bergerak ke Raqqa.

Tahsin Halabi menambahkan, dalam kondisi seperti ini dapat dikatakan bahwa militer Suriah berhasil menggagalkan rencana Turki untuk menciptakan zona penyangga di Utara Aleppo.

Laporan itu juga menyebutkan, perkembangan yang terjadi di Timur Aleppo juga menunjukkan kemajuan yang diraih pasukan Uni Demokratik Kurdi Suriah di kota Manbij dan keberhasilan mereka membebaskan beberapa desa dari tangan kelompok teroris Daesh dan semakin mendekati distrik strategis Al Khafsah.

Para pengamat percaya, pembebasan Al Khafsah berarti pembebasan stasiun penyaluran air di wilayah itu ke kota Aleppo dari tangan Daesh sehingga masalah kelangkaan air bersih di Aleppo bisa segera diatasi.

Operasi militer Suriah di Timur Laut Aleppo selain menggagalkan rencana Turki mencapai Raqqa, juga menyebabkan dibukanya kembali jalan raya transit Hasaka-Aleppo-Damaskus yang selama beberapa tahun sempat ditutup. Hal ini tidak diragukan akan membawa banyak dampak positif baik dari sisi politik maupun ekonomi.

Jalan rayat transit tersebut menghubungkan Provinsi Hasaka, salah satu pusat pertanian Suriah dengan dua kota besar, Aleppo dan Damaskus. Dibukanya jalur itu dinilai dapat menghidupkan kembali roda perekonomian Suriah. (HS)