Saudi Bekerjasama dengan Israel dan UEA Gempur Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35188-saudi_bekerjasama_dengan_israel_dan_uea_gempur_yaman
Sekjen gerakan Ansarullah, Yaman mengatakan, dalam dua tahun terakhir, Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab dan rezim Zionis Israel melakukan kejahatan paling buruk terhadap rakyat Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2017 09:59 Asia/Jakarta
  • Saudi Bekerjasama dengan Israel dan UEA Gempur Yaman

Sekjen gerakan Ansarullah, Yaman mengatakan, dalam dua tahun terakhir, Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab dan rezim Zionis Israel melakukan kejahatan paling buruk terhadap rakyat Yaman.

ISNA (29/3) melaporkan, Abdul Malik Al Houthi, Sekjen Ansarullah, Selasa (28/3) menyinggung kerja sama Saudi, UEA dan Israel dalam menyerang negaranya dan menuturkan, invasi Saudi dan UEA di Yaman dilakukan dalam kerangka kepentingan Israel.

Sekjen Ansarullah juga mengabarkan tekanan luar biasa Saudi terhadap Mesir agar negara itu mau bergabung dengan koalisi Arab untuk menyerang Yaman.

"Saudi mereaksi penolakan Mesir yang tidak mau bergabung dalam menyerang Yaman dengan mempersiapkan sejumlah balasan terhadap Kairo, di antaranya penerapan sanksi," ujarnya.

Al Houthi menambahkan, pemutusan bantuan-bantuan minyak Saudi ke Mesir dan dukungan atas pembangunan bendungan El Nahda di Ethiopia yang dinilai Kairo sebagai bahaya bagi eksistensinya, di antara langkah Riyadh terhadap Mesir.

Pemicu ketegangan dalam hubungan Mesir-Saudi adalah penentangan Mesir atas resolusi anti-Suriah di Dewan Keamanan PBB.

Sikap Mesir itu bertolak belakang dengan kebijakan interventif Saudi di Suriah dan memicu ketidakpuasan Riyadh, padahal Saudi berharap seluruh negara Arab terutama Mesir, menyelaraskan kebijakan-kebijakan regionalnya dengan kebijakan Riyadh.

Saudi sejak Maret 2015 dengan maksud mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Hadi, Presiden terguling Yaman, melancarkan agresi militer luas terhadap negara itu dan hingga kini tidak meraih apapun kecuali membunuh ribuan warga tidak bersalah dan menghancurkan infrastruktur negara itu. (HS)