Hizbullah Bidik Satu Tank Merkava dan Satu Buldoser Zionis
-
Tank Merkava
Pars Today - Gerakan Hizbullah Lebanon mengumumkan telah menargetkan satu tank Merkava dan satu buldoser militer rezim Zionis dalam serangan terpisah pada hari Senin (27/4).
Melaporkan dari IRNA, Selasa, 28 April 2026, Hizbullah menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan agresi musuh yang menghancurkan rumah-rumah di Lebanon selatan.
Para pejuang Perlawanan Islam menargetkan tank Merkava di kota Al-Qantarah menggunakan drone ofensif, yang mengenai sasaran dengan tepat. Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah juga melaporkan bahwa buldoser militer D9 dihancurkan saat sedang meratakan rumah-rumah di kota Bint Jbeil menggunakan quadcopter ofensif.
Korban Zionis: Satu Tewas, Enam Terluka
Sementara itu, harian Zionis Maariv melaporkan bahwa militer Zionis kehilangan satu tentara dan melukai enam lainnya akibat serangan drone Hizbullah di Lebanon selatan.
Menariknya, Maariv mengakui bahwa Hizbullah menggunakan teknologi fiber optik untuk mengendalikan drone. Hal ini membuat drone sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem perang elektronik Israel.
Teknologi Sederhana, Dampak Besar
Foto-foto yang dirilis Hizbullah menunjukkan bahwa "drone" yang digunakan sebenarnya adalah FPV drone, jenis quadcopter kecil dengan biaya produksi sangat rendah. Karena suaranya yang hampir tak terdengar, drone jenis ini sangat sulit diidentifikasi hingga saat-saat terakhir.
Tank Merkava adalah salah satu yang tercanggih di dunia. Namun ia tidak bisa berbuat banyak ketika diserang dari atas oleh drone murah yang tidak bisa dideteksi radar.
Sekali lagi, Hizbullah membuktikan: perang asimetris adalah mimpi buruk bagi militer teknologi tinggi.(sl)