Diduga Invasi Suriah, Yordania Malah Tuduh Iran Kacaukan Timteng
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36732-diduga_invasi_suriah_yordania_malah_tuduh_iran_kacaukan_timteng
Abdullah Kedua, Raja Yordania kembali mengulang klaimnya bahwa Republik Islam Iran adalah pemicu konflik politik di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 27, 2017 13:18 Asia/Jakarta
  • Raja Abdullah Kedua
    Raja Abdullah Kedua

Abdullah Kedua, Raja Yordania kembali mengulang klaimnya bahwa Republik Islam Iran adalah pemicu konflik politik di kawasan.

IRIB (27/4) mengutip situs surat kabar Al Sharq Al Awsat melaporkan, Raja Yordania, Rabu (26/4) mereaksi statemen Bashar Al Assad, Presiden Suriah yang mengatakan bahwa Yordania sedang bersiap melakukan invasi militer di Suriah.

Ia mengklaim, konflik politik di kawasan adalah buah dari kebijakan-kebijakan regional Iran dan itu harus dilawan.

Abdullah Kedua dalam wawancara dengan surat kabar Amerika Serikat, Washington Post menuduh Iran mendukung terorisme dan mengatakan, terdapat sejumlah masalah strategis di kawasan dan Iran terkait dengan masalah-masalah itu.

Sebelumnya Bahram Qasemi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mereaksi sikap Raja Yordania dan menuturkan, Raja Abdullah Kedua melakukan kekeliruan strategis dan asasi dalam mendefinisikan terorisme, dan sikapnya itu menunjukkan kedangkalan pengetahuan terkait transformasi kawasan.

Yordania sejalan dengan Arab Saudi dan pemerintah Amerika sedang melemparkan tuduhan-tuduhan anti-Iran.

Yordania adalah salah satu negara yang wilayahnya digunakan untuk membantu para teroris di Suriah. Yordania juga ikut terlibat dalam krisis Suriah sebagai sekutu Barat di Timur Tengah.

Badan riset Kongres Amerika baru-baru ini dalam salah satu laporannya mengumumkan, sejak tahun 2011 hingga sekarang, sekitar 4000 warga Yordania bergabung bersama kelompok teroris Daesh di Suriah dan Irak. (HS)