Hizbullah dan Skandal Besar Lawatan Trump ke Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i38260-hizbullah_dan_skandal_besar_lawatan_trump_ke_saudi
Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, Lebanon, Kamis (25/5) dalam pidatonya di hari peringatan ke-17 kemenangan Lebanon atas rezim Zionis Israel, memberikan gambaran umum terkait transformasi di Timur Tengah. Dalam pidatonya, Nasrullah menyebut Arab Saudi, dibantu Amerika Serikat sedang mendukung terorisme dan melawan Republik Islam Iran.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
May 26, 2017 10:40 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrullah
    Sayid Hassan Nasrullah

Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, Lebanon, Kamis (25/5) dalam pidatonya di hari peringatan ke-17 kemenangan Lebanon atas rezim Zionis Israel, memberikan gambaran umum terkait transformasi di Timur Tengah. Dalam pidatonya, Nasrullah menyebut Arab Saudi, dibantu Amerika Serikat sedang mendukung terorisme dan melawan Republik Islam Iran.

Pidato Sekjen Hizbullah dapat dilihat dari beberapa sudut pandang berbeda. Pertama, penilaian Sayid Hassan Nasrullah atas lawatan Donald Trump, Presiden Amerika ke Saudi dan digelarnya Konferensi Riyadh. Sekjen Hizbullah menyebut lawatan Trump ke Saudi dan penyelenggaraan Konferensi Riyadh, skandal besar. Pasalnya rezim Al Saud menyuap Amerika agar terbebas dari tuduhan mendukung terorisme.

Istilah "skandal besar" yang digunakan Nasrullah ini merupakan salah satu istilah paling akurat untuk menggambarkan lawatan Trump ke Saudi, karena menjelaskan bahwa tujuan kunjungan Trump ke Saudi semata-mata urusan ekonomi dan pernyataan politiknya di negara itu tidak boleh terlalu dianggap serius.

Dari sudut pandang lain, istilah skandal besar yang digunakan Nasrullah untuk menggambarkan lawatan Trump ke Saudi adalah hal yang objektif. Untuk mengurangi kekhawatiran terkait tekanan-tekanan di bidang hak asasi manusia dan pengesahan undang-undang The Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) di Kongres Amerika, dan untuk mengubah cara pandang pemerintah Washington terhadap Riyadh serta negara-negara Arab, Saudi menggelontorkan dana sampai 65 juta dolar untuk memfasilitasi kunjungan Trump ke Riyadh, ditambah hadiah-hadiah super mahal yang diberikan kepada Presiden Amerika dan keluarganya.

Sayid Hassan Nasrullah terkait hal ini mengatakan, konferensi Riyadh digelar untuk memberikan penghormatan kepada Trump. Saudi telah memberikan penghormatan kepada seorang presiden yang sikapnya paling lancang terhadap umat Islam, Muslimin, bangsa Arab, bahkan kepada Saudi sendiri. Raja Saudi mengagungkan Trump yang rasis.

Poin lain yang patut diperhatikan dalam pidato Nasrullah dan membuktikan bahwa lawatan Trump ke Saudi memang skandal besar dan sama sekali tidak membawa manfaat yang jelas bagi Riyadh, adalah penekanan Sekjen Hizbullah bahwa kunjungan Trump ke Saudi dan diselenggarakannya konferensi Riyadh, sama sekali tidak memberikan pengaruh apapun pada aktivitas perlawanan Islam.

Di saat Trump dan para petinggi Arab terutama Raja Salman mengambil sikap tegas terhadap Iran, Hamas dan Hizbullah, Sayid Hassan Nasrullah justru menekankan bahwa perlawanan Islam konsisten dalam memerangi terorisme, dan Iran adalah satu-satunya negara yang langsung membantu Irak dan Suriah ketika kelompok teroris Daesh menyerang kedua negara itu. Pada saat yang sama, Sekjen Hizbullah menegaskan, Saudi terus mengirim uang untuk para teroris di Irak dan Suriah.

Statemen tegas Sayid Hassan Nasrullah bukan hanya menjelaskan bahwa Amerika dan Saudi serta sekutu-sekutu Arabnya tidak bisa memasukkan Iran, Hamas dan Hizbullah sebagai pendukung teroris dan faktor instabilitas di kawasan, bahkan telah menciptakan skandal bagi Amerika, Saudi dan sekutu-sekutu Arabnya.

Skandal itu tampak begitu jelas sehingga surat kabar Amerika, Washington Post terkait hal ini menulis, di Saudi, Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri Amerika berbicara soal hak asasi manusia di Iran. Pengecaman kondisi HAM Iran di dalam wilayah Saudi sangat munafik, pasalnya Saudi adalah negara yang di dalamnya sama sekali tidak ada kebebasan politik dan agama. (HS)