Al Khalifa Larang Prosesi Pemakaman Korban Keganasan Aparat Bahrain
-
Korban Keganasan Aparat Keamanan Bahrain.
Rezim Al Khalifa berusaha agar para korban tewas akibat brutalitas aparat keamanan Bahrain di distrik al-Diraz dikuburkan tanpa prosesi dan upacara pemakaman.
Rezim Al Khalifa menolak untuk menyerahkan jenazah warga Bahrain yang menjadi korban aparat keamanan ketika mereka melindungi Sheikh Isa Qassim, Ulama terkemuka di negara ini, dan ingin menguburkannya tanpa prosesi pemakaman. Demikian dilansir IRIB, Sabtu (27/5/2017).
Keluarga korban dalam sebuah pernyataan menyebutkan, pusat polisi al-Haurah menghubungi mereka dan mengatakan bahwa hanya dua orang dari setiap keluarga yang bisa menghadiri proses penguburan.
Mereka menegaskan, pelarangan keluarga untuk mengikuti pemakaman anak-anak mereka merupakan kejahatan lain yang dilakukan oleh rezim Al Khalifa.
Organisasi Hak Asasi Manusia Bahrain mengumumkan, para pejabat Manama berusaha menyembunyikan fakta tentang pembunuhan warga di distrik al-Diraz.
Organisasi itu juga mengungkapkan kekhawatiran atas pelarangan bagi keluarga para korban untuk menghadiri proses pemakaman.
Rezim Al Khalifa pada hari Minggu pekan lalu menjatuhkan vonis penjara selama setahun terhadap Sheikh Isa Qasim dan menyita seluruh kekayaannya atas tuduhan palsu.
Dua hari kemudian, pasukan rezim Al Khalifa menyerang tempat tinggal Sheikh Isa Qassim yang menyebabkan setidaknya enam orang tewas.
200 orang yang berupaya membela ulama besar Bahrain ini juga terluka dalam insiden itu dan 300 lainnya ditangkap. (RA)