Meski Ramadhan Tiba, Brutalitas Aparat Keamanan Saudi Berlanjut
-
Aparat Keamanan Arab Saudi menghancurkan desa al-Mosara
Serangan, blokade, pembakaran, penembakan dan perusakan rumah-rumah penduduk di distrik al-Awamiyah, timur Arab Saudi telah terjadi berturut-turut selama 18 hari terakhir. Penduduk tak berdaya di distrik ini melewati hari pertama bulan suci Ramadhan di bawah pengepungan aparat keamanan rezim Al Saud.
Seperti dilansir FNA, aparat keamanan Arab Saudi pada Sabtu (27/5/2017) menyerang ladang Syahid Sheikh Nimr Baqir al-Nimr dan merusaknya.
Tujuan serangan tersebut adalah untuk menghancurkan desa kuno al-Mosara, tempat tinggal Sheih al-Nimr yang menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rezim Al Saud.
Selama beberapa hari lalu, aparat keamanan Arab Saudi menggunakan bom pembakar untuk menyerang rumah-rumah penduduk di desa al-Mosara dan menyebabkan beberapa penduduk terluka.
Karima Bennoune, Pelapor Khusus PBB di Bidang Hak-hak Budaya pada Rabu, 24 Mei 2017 mengatakan, meskipun ada peringatan PBB untuk menghentikan penghancuran desa al-Mosara, namun para pejabat Arab Saudi melanjutkan tindakan tersebut.
Desa al-Mosara di al-Awamiyah yang merupakan tempat kelahiran Sheikh Nimr, ulama terkemuka Syiah Arab Saudi, menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rezim Al Saud. Para pejabat Riyadh berusaha menghancurkan seluruh desa ini dengan dalih untuk pembangunan proyek.
Pasukan reaksi cepat Arab Saudi mengklaim bahwa desa yang berpenduduk Muslim Syiah tersebut harus segera dihancurkan untuk menangani ketidakamanan dan terorisme, sebab, desa itu menjadi inspirasi protes rakyat di Arab Saudi. .
Sejak tahun 2011 dan pasca meluasnya demonstrasi rakyat untuk memprotes kejahatan dan penindasan yang dilakukan rezim Al Saud, kawasan timur Arab Saudi yang mayoritasnya penduduknya bermazhab Syiah sering menjadi sasaran serangan dan brutalitas aparat keamanan negara itu. (RA)