Belajar Menjaga Puasa di Bulan Ramadhan 2
-
Bulan Jamuan Ilahi
Ramadhan adalah bulan dimana manusia meletakkan dirinya untuk beribadah dan menaati Allah Swt. Dengan begitu, manusia berlatih agar nafasnya menjadi lebih lentur untuk beribadah dan siap untuk menghambakan dirinya kepada Allah Swt.
Ramadhan merupakan kosa kata yang telah dikenal oleh setiap muslim. Kata ini berasal dari bahasa Arab Ramadha yang berarti terik matahari yang menerpa pasir, batu dan lainnya. Orang-orang Arab menamakan bulan ini sebagai Ramadhan, karena bulan ini tepat dengan panasnya sinar matahari. Dengan kata lain, bulan Ramadhan adalah bulan membakar segala dosa, bahkan lebih dari itu, membakar ego manusia. Ramadhan membuat manusia yang sederhana menjadi dewasa, sehingga dapat menghilangkan sistem pertahanan ego manusia dari hatinya.

Menariknya, sebagian menyebut kata Ramadhan diambil dari kata Ramidh yang berarti awan dan hujan di akhir musim panas dan di awal musim gugur yang menjauhkan udara panas musim panas. Sesuai dengan pendapat ini dapat dikata bahwa bulan ini disebut Ramadhan dikarenakan dapat menjauhkan dosa dari badan manusia dan mensucikannya.
Sebagian lain menyebut Ramadhan berasal dari Ramadha al-Nashl yang berarti meletakkan tombak di antara dua batu dan menumbukknya sehingga lembut. Dengan pemahaman ini, bulan Ramadhan adalah manusia di bulan ini meletakkan dirinya di antara ketaatan dan ibadah, sehingga nafasnya menjadi lebih lentur untuk beribadah dan siap untuk menghambakan dirinya kepada Allah Swt.
Para ulama sangat menghormati posisi bulan Ramadhan. Itulah mengapa mereka melarang umat Islam menggunakan kata Ramadhan tanpa menyebut bulan, tapi harus menyebutnya bulan Ramadhan. Karena satu dari nama Allah adalah bulan Ramadhan, bulan Allah.
Imam Khomeini ra berkata, "Jangan katakan ini Ramadhan. Jangan juga katakan Ramadhan telah pergi atau tiba. Karena Ramadhan adalah nama dari nama-nama Allah yang tidak akan pernah datang atau pergi. Karena datang dan pergi merupakan ciri khas makhluk yang bakal binasa. Sementara Allah Swt, nama dan sifat-Nya tetap dan abadi.
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib as, "Jangan katakan Ramadhan! Tapi katakan bulan Ramadhan. Karena kalian tidak tahu Ramadhan itu apa dan keutamaan apa saja yang tersimpan di dalamnya."