Belajar Menjaga Puasa di Bulan Ramadhan 4
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i38528-belajar_menjaga_puasa_di_bulan_ramadhan_4
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Wahai Muslimin! Ketahuilah bahwa betapa banyak orang yang melaksanakan salat malam, tapi dari salat ini ia hanya mendapatkan kesulitan terbangun di tengah malam. Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi dari puasa ini ia hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga."
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
May 30, 2017 13:53 Asia/Jakarta
  • Bulan Jamuan Ilahi
    Bulan Jamuan Ilahi

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Wahai Muslimin! Ketahuilah bahwa betapa banyak orang yang melaksanakan salat malam, tapi dari salat ini ia hanya mendapatkan kesulitan terbangun di tengah malam. Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi dari puasa ini ia hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga."

Puasa dari sisi bahasa berarti imsak atau meninggal segala sesuatu. Dalam istilah fiqih berarti imsak atau meninggalkan delapan hal yang membatalkan puasa, sejak Subuh hingga azan Maghrib dengan niat melaksanakan perintah Allah Swt.

Seseorang yang melaksanakan tata cara lahiriah dan fiqih dari berpuasa, maka puasanya sah. Tapi untuk diterima oleh Allah Swt, maka ada syarat-syarat penting yang harus dipenuhi. Puasa yang diterima seharusnya dapat menumbuhkan spiritual manusia. Puasa yang seperti ini dilakukan dengan menjaga hukum fiqih puasa. Yakni tidak makan dan minum serta larangan lainnya sekaligus menjaga anggota badan dari perbuatan haram, bahkan makruh. Bila seseorang dapat melaksanakan puasa yang seperti ini, maka ibadah puasanya sah dan perbuatannya ini diterima oleh Allah Swt, sekaligus puasa itu mengantarnya ke jalur kesempurnaan dan kedekatan dengan Allah Swt.

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Wahai Muslimin! Ketahuilah bahwa betapa banyak orang yang melaksanakan salat malam, tapi dari salat ini ia hanya mendapatkan kesulitan terbangun di tengah malam. Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi dari puasa ini ia hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga."

Sabda Nabi Muhammad Saw ini menunjukkan satu hakikat bahwa kuantitas dan ukuran ibadah seseorang tidak menunjukkan nilai eksistensi dan hasil dari usahanya. Tapi kualitas dan bagaimana ibadahnya yang menjadi diagram keutamaannya da nilai spiritualnya.

Di masa Nabi Muhammad Saw, diriwayatkan ada dua wanita yang berpuasa. Di saat-saat terakhir akan berbuka puasa, kondisi mereka sangat buruk akibat rasa lapar dan haus yang menderanya. Mereka mengirim seseorang kepada Rasulullah Saw meminta izin beliau agar dapat membatalkan puasanya.

Nabi Muhammad Saw mengirim wadah kepada mereka dan berkata, "Katakan kepada mereka, muntahkan seluruh apa yang kalian makan!"

Wadah itu dipenuhi gumpalan darah dan daging. Masyarakat terkejut menyaksikan kejadian itu.

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Dua wanita ini menahan diri dari hal-hal yang halal. Sementara terkait hal-hal yang haram, mereka telah membatalkan puasanya. Mereka duduk bersisian dan mulai menggibah orang lain. Apa yang ada dalam wadah itu adalah akibat dari membicarakan orang lain."