Hizbullah: Saudi Berubah Menjadi Ancaman Bagi Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i3907-hizbullah_saudi_berubah_menjadi_ancaman_bagi_kawasan
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, Arab Saudi telah berubah menjadi ancaman bagi semua kawasan dan jika rezim Zionis Israel memulai perang terhadap Lebanon, maka tanggung jawabnya berada di pundak Riyadh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 14, 2016 09:48 Asia/Jakarta
  • Hizbullah: Saudi Berubah Menjadi Ancaman Bagi Kawasan

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, Arab Saudi telah berubah menjadi ancaman bagi semua kawasan dan jika rezim Zionis Israel memulai perang terhadap Lebanon, maka tanggung jawabnya berada di pundak Riyadh.

Sheikh Nabil Qaouk mengungkapkan hal itu dalam acara memperingati kesyahidan Mohammad Bassam Najdi di selatan Lebanon, Minggu (13/3/2016) seperti dilansir jaringan al-Manar.

Ia menggambarkan Arab Saudi sebagai ancaman bagi semua wilayah Timur Tengah dan rakyat di kawasan ini. Sebab, menurutnya, pemikiran Wahhabi merupakan ancaman bagi semua manusia.

"Sedikit demi sedikit, Barat menyadari bahaya ini, sebab, mereka menemukan bahwa orang-orang yang meledakkan dirinya di London, Madrid dan Paris, semuanya memiliki pemikiran satu bernama Wahabi," jelasnya.

Sheikh Qaouk lebih lanjut menuturkan, hari ini, setelah keputusan permusuhan Arab Saudi terhadap Lebanon, maka dapat dikatakan dengan penuh keyakinan bahwa rezim Arab Saudi adalah rezim teroris yang mengagresi Lebanon, militer, rakyat dan Muqawama.

Arab Saudi, kata Sheikh Qaouk, tidak pernah berada di benteng Muqawama, dan sejakl dahulu, perang tertutup rezim Al Saud selalu dilakukan terhadap Muqawama, namun sekarang, perang ini dilakukan secara terbuka.

"Hari ini, Muqawama berada di puncak kekuatannya. Jika Israel mengira bahwa keputusan mencurigakan dalam menyebut Hizbullah sebagai organisasi teroris akan membuka pintu perubahan persamaan baginya, maka ketuahuilah bahwa Muqawama siap untuk membuat kekalahan yang lebih besar dari tahun 2006 (dalam perang 33 hari) terhadap Israel, " pungkasnya. (RA)