Saudi Minta Sudan Kirim Pasukan Tambahan ke Yaman
-
Pasukan Sudan
Pengkritik keluarga Al Saud mengungkap bahwa Putra Mahkota Arab Saudi telah meminta Presiden Sudan untuk mengirimkan pasukan tambahan untuk dikirim ke Yaman dan memerangi negara ini.
Menurut laporan Arabi-21, "Mujtahid," pengguna akun Twitter terkenal, dalam cuitannya, menulis, menyusul persoalan besar dan hambatan yang dihadapi oleh koalisi anti-Yaman, Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi meminta Omar al-Bashir, Presiden Sudan untuk mengirim pasukan tambahan ke Yaman.
Berdasarkan laporan tersebut, al-Bashir siap untuk memenuhi permintaan Mohammad bin Salman dengan menerima imbalan satu miliar dolar untuk setiap 1000 tentara Sudan.
Mujtahid juga menyinggung tewasnya ratusan tentara Sudan dalam serangan balasan pasukan Yaman di gurun pasir Midi, Provinsi Hajjah, barat laut negara ini sekitar sebulan lalu. Menurutnya, Arab Saudi dan Sudan hanya bungkam atas peristiwa ini.
Pengkritik kebijakan Arab Saudi ini menjelaskan, selain memanfaatkan kondisi buruk finansial Sudan, Mohammed bin Salman juga memanfaatkan kebodohan tentara Sudan.
Menurut pemilik akun Twitter yang memiliki banyak followers ini, Arab Saudi mengirim para Sheikh untuk bergabung dengan pasukan Sudan guna menarik partisipasi mereka dalam operasi militer ke Yaman.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal 26 Maret 2015. Invasi militer ini telah merenggut lebih dari 12.000 orang terutama anak-anak dan melukai belasan ribu lainnya.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman juga menyebabkan kehancuran infrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, bandara, pelabuhan, pabrik dan fasilitas publik lainnya. Yaman saat ini juga diblokade dari darat, laut dan udara oleh pasukan agresor sehingga menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)