Diserbu Aparat Keamanan Zionis, 50 Warga Palestina Terluka
-
Bentrokan antara aparat keamanan rezim Zionis Israel dan warga
Puluhan warga Palestina termasuk Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Gerakan Inisiatif Nasional Palestina terluka dalam penyerbuan aparat keamanan rezim Zionis Israel ke Masjid al-Aqsa.
Menurut laporan IRNA, Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa aparat keamanan Israel menembak Barghouti di bagian kepalanya dalam penyerbuan ke Masjid al-Aqsa pada Senin (17//72017) malam.
Berdasarkan laporan tersebut, Sekjen Gerakan Inisiatif Nasional Palestina kemudian dibawa ke rumah sakit al-Maqasid, Baitul Maqdis.
Sumber-sumber Palestina menyebutkan, sedikitnya 50 orang terluka akibat penyerbuan brutal pasukan keamanan Israel ke arah jamaah shalat di dekat Bab al-Asbat di Masjid al-Aqsa, bagian tua al-Quds.
Menyusul operasi mati syahid tiga pemuda Palestina di al-Quds pada Jumat, 14 Juli 2017, aparat keamanan rezim Zionis menutup pintu-pintu Masjid al-Aqsa selama tiga hari dan melarang pelaksanaan Shalat Jumat.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis menginstruksikan untuk memasang CCTV dan pintu keamanan di gerbang Masjid al-Aqsa dan sekitarnya.
Banyak pejabat negara-negara Muslim dan internasional mengecam tindakan Israel yang menutup pintu-pintu gerbang Masjid al-Aqsa, di mana tindakan ini belum pernah terjadi sebelumnya selama 50 tahun terakhir.
Mereka juga memperingatkan penyalahgunaan kondisi pasca operasi mati syahid warga Palestina oleh Israel untuk mendominasi tempat suci tersebut.
Bahram Ghasemi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dalam pernyataannya pada Sabtu malam, 15 Juli 20176, mengecam penutupan pintu-pintu gerbang Masjid al-Aqsa bagi jamaah shalat Palestina oleh rezim Zionis Israel.
Ia mengatakan, "Langkah rezim Zionis (Israel) yang menutup Masjid al-Aqsa bagi para jamaah shalat merupakan hal yang dikecam, tercela dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Hak Asasi Manusia."
Pentutupan Masjid al-Aqsa dilakukan ketika Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO pada tanggal 13 Oktober 2016 mengesahkan draf resolusi yang membantah bahwa Masjid Al Aqsa adalah milik umat Yahudi dan menetapkan masjid ini sebagai milik umat Islam.
UNESCO menolak segala bentuk hubungan bersejarah dan keagamaan atau budaya orang-orang Yahudi dengan Masjid al-Aqsa. Keputusan ini diambil setelah 24 negara anggota UNESCO memberikan suara setuju, enam negara menolak dan 26 negara lainnya memilih abstain. (RA)