Rezim Al Khalifa Halangi Warga Bahrain untuk Shalat Jumat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41874-rezim_al_khalifa_halangi_warga_bahrain_untuk_shalat_jumat
Rezim Al Khalifa untuk ke-54 pekan secara berturut-turut menghalangi warga Bahrain untuk menunaikan Shalat Jumat di distrik al-Diraz, Manama.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jul 29, 2017 15:36 Asia/Jakarta
  • Aparat Keamanan Bahrain
    Aparat Keamanan Bahrain

Rezim Al Khalifa untuk ke-54 pekan secara berturut-turut menghalangi warga Bahrain untuk menunaikan Shalat Jumat di distrik al-Diraz, Manama.

Seperti dilansir IRIB, Sabtu (29/7/2017), orang-orang bayaran dan aparat keamanan rezim Al Khalifa yang menggunakan pakaian sipil menghalangi masyarakat Bahrain yang ingin menunaikan Shalat Jumat di Masjid Imam Shadiq as, bahkan mereka menutup jalan-jalan masuk ke distrik al-Diraz dengan kendaraan lapis baja dan polisi.

Koalisi Pemuda Revolusi 14 Februari Bahrain di laman Twitter-nya menulis, pencegahan terhadap warga Bahrain untuk menunaikan Shalat Jumat merupakan kelanjutan kejahatan keji rezim Al Khalifa terhadap warga Syiah Bahrain yang merupakan mayoritas penduduk di negara ini.

Organisasi HAM Bahrain juga mengecam tindakan tersebut dan mengumumkan bahwa lebih dari setahun, hak kemerdekaan rakyat Bahrain dalam urusan agama dilanggar oleh rezim Al Khalifa.

Sejak pencabutan kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain pada tanggal 20 Juni 2016, aparat keamanan rezim Al Khalifa memblokade distrik al-Diraz dan menghalangi pelaksanaan Shalat Jumat.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka.(RA)