Karena Mengkritik Tindakan Represif Saudi, Sheikh al-Radi Dipenjara
-
Sheikh Hossein al-Radi, Ulama Syiah Arab Saudi
Arab Saudi melanjutkan tindakannya yang melanggar Hak Asasi Manusia. Baru-baru ini, pengadilan rezim Al Saud memvonis penjara selama belasan tahun terhadap seorang ulama Syiah Arab Saudi karena mengkritik kebijakan rezim.
Seperti dilaporkan Alalam, peradilan rezim Al Saud menjatuhkan hukuman penjara selama 13 tahun terhadap Sheikh Hossein al-Radi atas dakwaan mengkritik kebijakan Riyadh dan eksekusi mati terhadap Sheikh Nimr Baqir al-Nimr, ulama terkemuka Syiah Arab Saudi.
Sheikh Nimr Baqir al-Nimr ditangkap aparat keamanan Arab Suadi pada Juli 2012 menyusul meletusnya demonstrasi luas penduduk al-Qatif pada Februari 2011.
Pada 15 Oktober 2015, ulama besar Syiah itu dijatuhi hukuman pancung dan disalib di depan umum atas tuduhan palsu seperti melakukan tindakan anti-keamanan nasional.
Eksekusi mati terhadap Sheikh al-Nimr dianggap sebagai kejahatan mengerikan dan terorisme pemerintah. Tindakan ini menuai reaksi dan kecaman luas regional dan organisasi-organisasi independen internasional.
Sementara itu, tekanan rezim Al Saud terhadap penduduk Syiah Arab Saudi di timur negara ini meningkat, di mana aparat keamanan negara ini hingga sekarang melakukan berbagai bentuk kekerasan terhadap mereka terutama terhadap penduduk al-Awamiyah.
Menyusul meningkatnya serangan dan kekerasan aparat keamanan Arab Saudi terhadap warga sipil di al-Awamiyah di timur negara ini, masyarakat di wilayah tersebut menuntut intervensi PBB untuk mengakhiri tindakan refresif rezim Al Saud.
Penduduk al-Awamiyah di Provinsi ash-Sharqiyah menuntut lembaga-lembaga hukum dan internasional untuk membentuk Komite Pencari Fakta guna menyelidiki tindakan represif rezim Al Saud terhadap warga sipil al-Awamiyah.
Pasukan keamanan rezim Al Saud melanjutkan tindakan represifnya terhadap warga sipil al-Awamiyah di kota al-Qatif, di mana serangan artileri ke arah kawasan penduduk telah menyebabkan puluhan orang termasuk beberapa perempuan dan anak-anak terluka.
Sejak 10 Mei 2017, serangan tersebut meningkat. Aparat keamanan Arab Saudi menyerang al-Awamiyah dengan dalih bahwa wilayah ini dianggap sebagai poros terbentuknya protes terhadap rezim Al Saud.
Serangan tersebut hingga sekarang telah merenggut nyawa beberapa orang dan melukai banyak lainnya, bahkan beberapa warga dinyatakan hilang.
Desa al-Mosara di al-Awamiyah yang merupakan tempat kelahiran Sheikh al-Nimr, menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rezim Al Saud. Para pejabat Riyadh berusaha menghancurkan seluruh desa bersejarah ini dengan dalih untuk pembangunan proyek.
Sejak tahun 2011 dan pasca meluasnya demonstrasi rakyat untuk memprotes kejahatan dan penindasan yang dilakukan rezim Al Saud, kawasan timur Arab Saudi yang mayoritasnya penduduknya bermazhab Syiah sering menjadi sasaran serangan dan brutalitas aparat keamanan negara itu. (RA)