Jemaah Haji Menjadi Korban Politisasi Haji oleh Arab Saudi
-
Sheikh Mohammad Khojasteh
Anggota Majelis Ulama Bahrain, Sheikh Mohammad Khojasteh menyatakan, politisasi manasik haji oleh Arab Saudi dan pelarangan sejumlah jemaah asal Yaman, Suriah dan Qatar untuk menunaikan kewajiban Ilahi ini tidak dapat diterima.
Arab Saudi melarang sejumlah warga negara Islam temasuk Yaman dan Suriah untuk menunaikan ibadah haji demi menekan negara-negara yang menentang kebijakan Riyadh.
Sheikh Mohammad Khojasteh Selasa (15/8) saat diwawancarai Rasa News seraya mengisyaratkan pendekatan politik Arab Saudi terkait ibadah haji menekankan, Riyadh tidak berhak mencegah jemaah haji menunaikan ritual agung ini.
Ia menilai manajemen Haramain (Mekah dan Madinah) serta musim haji dalah hak bangsa Muslim dan menandaskan, di kondisi ketika rezim Al Saud tidak memiliki kelayakan dan kemampuan mengelola ritual agung ini, maka sangat penting negara-negara Islam mengajukan tuntutan serius untuk mengelola dengan benar dan tepat manasik haji yang selaras dengan posisi serta kehormatan umat Muslim.
Sheikh Mohammad Khojasteh seraya mengisyaratkan bahwa rezim Al Saud dan sekutu kawasannya lebih ekstrim dari rezim Zionis Israel, menjelaskan, Arab Saudi dengan memanfaatkan ibadah haji telah menetapkan kerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel di agenda kerjanya. (MF)