Harga Minyak Terpuruk, Haji Jadi Sumber Pendapatan Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i43727-harga_minyak_terpuruk_haji_jadi_sumber_pendapatan_saudi
Anjloknya harga minyak di pasar global menjadikan haji sebagai sumber pendapatan terpenting Arab Saudi. Dilaporkan, setiap tahun miliaran dolar disuntikkan dari hasil pengelolaan ibadah haji untuk membantu perekonomian negara ini.
(last modified 2026-03-09T17:13:38+00:00 )
Sep 03, 2017 04:40 Asia/Jakarta
  • Ibadah haji
    Ibadah haji

Anjloknya harga minyak di pasar global menjadikan haji sebagai sumber pendapatan terpenting Arab Saudi. Dilaporkan, setiap tahun miliaran dolar disuntikkan dari hasil pengelolaan ibadah haji untuk membantu perekonomian negara ini.

Televisi Al Alam melaporkan, Kepala Kamar Dagang dan Industri Mekah, Mahir Jamal mengatakan, Biaya pengeluaran jemaah haji di dalam dan luar Arab Saudi kemungkinan berkisar antara 20 hingga 26 miliar rial (5,33 hingga 6,65 miliar dolar). Padahal jumlah tersebut tahun lalu sebesar 14 miliar rial (3,73 miliar dolar).

Menurutnya, kenaikan tersebut disebabkan terjadinya penambahan jumlah jemaah haji sebesar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah jemaah haji tahun ini sebanyak 2.350.000. dari jumlah tersebut, 1.750.000 orang yang berasal dari 168 negara dunia datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

Selain biaya tiket pesawat terbang, setiap orang yang menunaikan ibadah haji pasti membutuhkan tempat tinggal dan makanan serta oleh-oleh yang dibeli di tanah suci Mekah. Oleh karena itu, para sejawaran dan ekonom menyebut haji sebagai salah satu sumber pendapatan negara ini sebelum minyak ditemukan sebagai sumber pendapatan utama.

Sebelumnya, kementerian keuangan Arab Saudi menyatakan pada pertengahan semester tahun ini terjadi defisit anggaran sebesar 51 persen.

Dukungan finansial rezim Al Saud terhadap kelompok teroris yang beroperasi di berbagai negara, terutama Irak dan Suriah menyebabkan negara kaya minyak ini harus kehilangan sekitar 36 miliar dolar cadangan devisa negaranya selama empat bulan pertama tahun 2017.

Selain itu, mesin perang yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman menyebabkan keuangan negara ini diilit masalah serius.