Yordania: Keutuhan Teritorial Irak, Penyangga Stabilitas Regional
-
Peta Irak
Juru bicara pemerintah Yordania menyatakan negaranya secara resmi tidak mengakui hasil referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak, dan menegaskan urgensi menjaga keutuhan teritorial Irak.
Mohammad al-Momini juga menyebut keutuhan teritorial Irak sebagai faktor penting penyangga stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.
IRNA melaporkan, jubir pemerintah Yordania dalam statemennya menilai aksi sepihak referendum Kurdistan mengancam Irak yang baru saja memenangi pertempuran menghadapi kelompok teroris Daesh.
Oleh karena itu, tutur al-Momini, Irak harus dijaga jangan sampai menghadapi krisis baru pasca Daesh.
Sekjen Liga Arab, para pemimpin negara kawasan, Eropa dan AS menentang keras penyelenggaraan referendum Kurdistan Irak atas inisiatif Masoud Barzani.
Keputusan penyelenggaraan referendum Kurdistan bertentangan dengan undang-undang dasar Irak.
Para pejabat tinggi negara kawasan dan analis internasional berulangkali menegaskan bahwa pemisahan diri Kurdistan dari pemerintahan pusat Baghdad tidak menguntungkan pihak manapun, kecuali kelompok teroris Daesh dan rezim Zionis Israel.
Kelompok teroris Daesh memasuki Irak dan menguasai sebagian wilayah utara dan barat negara ini di tahun 2014 dengan dukungan finansial dan militer AS berserta sekutu Barat dan Arab, termasuk Arab Saudi.