Pakar Israel Akui Peran Tel Aviv dalam Genosida Muslim Rohingya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i45459-pakar_israel_akui_peran_tel_aviv_dalam_genosida_muslim_rohingya
Seorang pakar terkemuka rezim Zionis Israel mengatakan, Tel Aviv memiliki peran dalam pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Okt 06, 2017 11:33 Asia/Jakarta
  • Genosida terhadap Muslim Rohingya
    Genosida terhadap Muslim Rohingya

Seorang pakar terkemuka rezim Zionis Israel mengatakan, Tel Aviv memiliki peran dalam pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar.

Seperti dilansir surat kabar al-Quds al-Arabi mengutip surat kabar Zionis, Haaretz, menyebutkan, Profesor Yair Auron, Pakar Urusan Genosida dalam sebuah laporan menulis, Israel memiliki peran dalam genosida terhadap Muslim di Myanmar.

Ia mengaku bahwa Israel sejak beberapa dekade lalu telah mengetahui adanya genosida dan kejahatan rezim penguasa di Myanmar, namun tetap menjual senjata dan amunisi ke negara ini.

Auron menggambarkan pembantaian terhadap Muslim Rohingya oleh rezim penguasa Myanmar –berdasarkan standar PBB– sebagai "pembersihan etnis."

Ia menulis bahwa Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan rezim Zionis berusaha memperlihatkan dirinya tidak berdosa dalam genosida di Myanmar.

Pakar Israel itu lebih lanjut menyinggung penolakan petisi yang diajukan ke Mahkamah Agung Israel mengenai ekspor senjata ke negara-negara yang melakukan genosida tercepat dalam sejarah umat manusia.

Ia mengatakan, Tel Aviv menentang penghentian ekspor senjata ke Myanmar, sebab meyakini bahwa penghentian ekspor senjata akan merusak kemanan Israel dan merugikan industri persenjataannya.

Serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, yang dimulai pada 25 Agustus 2017 menewaskan lebih dari 6.000 orang dan melukai 8.000 lainnya serta menyebabkan lebih dari 400.000 orang mengungsi.

Sejak tahun 2012, wilayah Rakhine menjadi ajang serangan militer Myanmar dan ekstremis Budha terhadap Muslim Rohingya. Hak-hak sipil sekitar satu juta Muslim Rohingya di Myanmar telah dirampas oleh pemerintah negara ini.  (RA)