Gelombang Penangkapan Pangeran di Arab Saudi Terus Berlanjut
-
Arab Saudi
Reuters pada Rabu malam (8/11/2017) mengkonfirmasikan berlanjutnya gelombang penangkapan di Arab Saudi dan sejumlah pangeran Saudi yang berhubungan dengan keluarga Muhammad bin Nayef dan juga mantan pangeran mahkota, ditangkap.
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz pada 21 Juni lalu, melengserkan bin Nayef dari posisiya sebagai pangeran mahkota dan menggantikannya dengan putranya Muhammad bin Salman.
Berdasarkan laporan Reuters, sejumlah pangeran Arab Saudi yang berhubungan dengan keluarga pangeran Sultan bin Abdulaziz, mantan menteri pertahanan negara ini juga telah ditangkap.
Sementara itu, Mujtahid, seorang aktivis dan whistleblower terkemuka Arab Saudi pada Selasa (7/11/2017) mengkonfirmasikan berlanjutnya gelombang penangkapan di Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi pada Selasa malam membentuk sebuah komite baru yang konon beraktivitas dalam pemberantasan korupsi, menangkap 11 pangeran dan 30 mantan menteri serta para menteri petahana.
Komite tersebut dipimpin langsung oleh pangeran mahkota, Muhammad bin Salman.
Daniel Drezner, analis politik internasional dari Amerika Serikat, dalam sebuah artikel yang dimuat koran Washington Post, terkait transformasi terbaru Arab Saudi menulis, bahwa pesan dari berbagai pemakzulan dan penangkapan yang diinstruksikan oleh pangeran mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, memiliki berbagai dimensi yang semuanya berkaitan dengan suksesi kekuasaan.(MZ)