Lebanon Minta Bantuan Internasional untuk Memulangkan Hariri
-
Gebran Bassil
Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil menyatakan, Beirut akan menghubungi pihak-pihak internasional membicarakan kepulangan aman perdana menteri negara ini, Saad Hariri, dari Arab Saudi.
IRNA melaporkan, Gebran Bassil menyinggung ketidakjelasan dalam pengunduran diri Saad Hariri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Lebanon dan mengatakan, dengan menghormati ketetapan dan kesepakatan internasional yang berlaku dalam hubungan diplomatik, soal kekebalan hukum untuk para pejabat negara berkuasa, telah dihubungi sejumlah menteri luar negeri negara-negara sahabat dan para pejabat internasional serta dijelaskan soal alasan tidak diterimanya pengunduran diri [Hariri] tersebut."
Bassil juga mendesak berbagai pihak internasional untuk mempersiapkan kepulangan segera Hariri ke Lebanon dan kondisi politik dan hukum agar dia dapat mengambil keputusan yang proporsional.
Menteri Luar Negeri Lebanon pada saat yang sama menekankan komitmen negaranya untuk menghormati ketentuan internasional dan juga konvensi Jenewa serta resolusi internasional dan juga kesantuan diplomatik soal piagam Liga Arab seraya mengatakan, Lebanon tidak mencampuri urusan negara lain termasuk negara-negara Arab dan juga tidak mengijinkan negara-negara lain mencampuri urusannya atau mengusik kedaulatan, independensi, persatuan dan kehormatannya.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, memanggil kuasa usaha Kedutaan Arab Saudi untuk menyataka bahwa pengunduran diri Saad Hariri di Arab Saudi adalah langkah tidak jelas dan menegaskan, dia harus segera memberikan alasan jelas soal langkahnya itu di Beirut.
Pada 4 November 2017, Saad Hariri dalam sebuah pernyataan di Riyadh mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai perdana menteri. Banyak pejabat Lebanon yang berpendapat bahwa pengunduran diri Hariri itu tidak lazim tidak mengejutkan serta atas tekanan dari Arab Saudi.(MZ)