Dewan Ulama Palestina Khawatirkan Kondisi Sensitif di Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46793-dewan_ulama_palestina_khawatirkan_kondisi_sensitif_di_lebanon
Dewan Ulama Palestina mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kondisi sensitif saat ini di Lebanon dan pengaruhnya terhadap ketidakamanan dan instabilitas di negara ini.
(last modified 2026-07-20T11:55:11+00:00 )
Nov 14, 2017 12:26 Asia/Jakarta
  • Dewan Ulama Palestina di Lebanon.
    Dewan Ulama Palestina di Lebanon.

Dewan Ulama Palestina mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kondisi sensitif saat ini di Lebanon dan pengaruhnya terhadap ketidakamanan dan instabilitas di negara ini.

Seperti dilansir Rasanews, Selasa (14/11/2017), Dewan Ulama Palestina dalam pernyataan baru-baru ini, juga menyerukan upaya lebih dari dunia Islam untuk memperhatikan isu Palestina dalam kondisi sensitif saat ini di kawasan.  

"Peran dan tugas rakyat dan pejabat Lebanon dalam menciptakan keamanan dan stabilitas di negara ini adalah penting," tegas pernyataan itu.

Disebutkan pula bahwa Dewan Ulama Palestina mengungkapkan kesiapannya untuk membantu dan bekerjasama dengan rakyat Lebanon guna menjaga persatuan nasional dan menghapus fitnah di negara ini.

Di bagian lain pernyataannya, Dewan Ulama Palestina meminta warga Palestina yang tinggal di berbagai kamp pengungsi di Lebanon terutama di Kamp Pengungsi Ain al-Hilweh untuk waspada dalam kondisi sensitif sekarang.

"Dalam kondisi sensitif di kawasan, umat Islam tidak seharusnya lupa dengan pembebasan al-Quds al-Sharif," tegas pernyataan Dewan Ulama Palestina.

Krisis di Lebanon muncul sejak sepekan lalu setelah pengunduran diri Perdana Menteri Saad al-Hariri yang diumumkan dari Riyadh, ibukota Arab Saudi.

Para pejabat Lebanon meyakini bahwa pengunduran diri al-Hariri disebabkan tekanan Arab Saudi dan bertujuan untuk "memukul" Hizbullah Lebanon dari dalam dan luar negeri

Tiga hari lalu, warga Lebanon membakar gambar dan poster Mohammad bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi yang dipajang di jalan Beirut ke arah utara Lebanon. (RA)