Veto Resolusi Anti Suriah di Dewan Keamanan PBB
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46892-veto_resolusi_anti_suriah_di_dewan_keamanan_pbb
Bersamaan dengan kemenangan militer Suriah dan sekutunya di perang kontra terorisme, sejumlah anggota tetap Dewan Keamanan PBB berusaha mempengaruhi kemenangan ini, namun mereka menemui jalan buntu.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Nov 17, 2017 15:37 Asia/Jakarta

Bersamaan dengan kemenangan militer Suriah dan sekutunya di perang kontra terorisme, sejumlah anggota tetap Dewan Keamanan PBB berusaha mempengaruhi kemenangan ini, namun mereka menemui jalan buntu.

Rusia hari Kamis (16/11) sejak awal krisi Suriah di tahun 2011 hingga kini, untuk kesebelas kalinya menggunakan hak istimewa veto di Dewan Keamanan dan mencegah diratifikasinya draf resolusi anti Suriah. Moskow kembali tidak membiarkan rencana Amerika Serikat terkait perpanjangan misi politik komisi pencari fakta soal penggunaan senjata kimia di Suriah diratifikasi.

Dewan Keamanan PBB

Komisi gabungan pencari fakta dari PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di hasil penyidikannya mengklaim bahwa pemerintah Suriah di serangan 4 April 2017 ke Khan Shaykhun di Idlib menggunakan gas sarin.

Misi berpihak dan tidak obyektif komisi ini berakhir dengan veto Rusia pada hari Kamis malam. Kimisi gabungan ini ketika menuding Suriah menggunakan gas sarin di wilayah Khan Shaykhun, Damaskus berulang kali menepis dakwaan tersebut. Rusia juga menekankan bahwa laporan komisi ini bersandar pada data yang tidak akurat.

Terkait hal ini, Deputi menlu Rusia, Sergei Ryabkov baru-baru ini menyatakan, laporan komisi pencari fakta gabungan PBB dan OPCW memiliki banyak kontradiksi dan menggunakan keterangan individu yang diragukan keabsahannya.

Khan Shaykhun

Idlib di Suriah berada di bawah kontrol kelompok bersenjata dukungan Barat termasuk Amerika Serikat. Dan upaya untuk memperpanjang misi komisi pencari fakta dengan tujuan menyelidiki penggunaan gas sarin di Khan Shaykhun tanpa mengindahkan dokumen realistis adalah bentuk permaian politikuntuk mengubah konstelasi di negara ini.

Barat masih tatap menggunakan kasus Khan Shaykhun sebagai sarana untuk menekan pemerintah Suriah. Sementara Rusia tetap mempertahankan kondisi lapangan di Suriah menguntungkan front sejati anti terorisme.

Dengan kerja sama strategis Suriah, Iran, Rusia dan Hizbullah Lebanon, berbagai wilayah yang diduduki kelompok teroris di Suriah semakin terbatas dan lebih dari 90 persen wilayah di negara ini berhasil direbut dari tangan  teroris. Kesuksesan tersebut kini dapat disaksikan di kota perbatasan Suriah-Irak, Bukamal dan kehancuran Daesh di timur Suriah merupakan pucak kemenangan strategis Suriah dan sekutunya dalam melawan konspirasi para pendukung kelompok teroris di negara ini.

Bashar Jakfari

Kesuksesan lapangan dan politik Suriah, berada di luar keinginan Amerika dan sekutunya dan di kondisi seperti ini, Washington berusaha memanfaatkan PBB untuk memajukan ambisinya di Suriah. Dalam hal ini, Wakil Suriah di PBB, Bashar Jakfari hari Kamis setelah resolusi AS anti Suriah diveto Rusia mengatakan," Amerika dengan memanfaatkan PBB ingin memajukan kebijakan destruktifnya di Suriah."

Kebijakan destruktif Amerika di Suriah tidak terbatas pada pemanfaatan PBB, tapi juga meluas hingga kehadiran ilegal pasukannya di negara ini, relokasi para komandan Daesh untuk menghindari kehancuran total fenomena buruk ini di Suriah.

Sabotase Amerika di proses pemusnahan total Daesh di Bukamal, upaya untuk mengontrol sebagian wilayah utara Suriah untuk memecah-belah negara ini dibarengi dengan usaha Washington di PBB melalui represi terhadap Damaskus. (MF)