OKI Peringatkan Trump
-
OKI
Organisas Kerja Sama Islam (OKI) memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengakuan resmi al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
FNA melaporkan, OKI Senin (4/12) di statemennya menyatakan organisasi ini menilai relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds sebagai agresi nyata terhadap negara-negara Islam.
OKI menekankan, seluruh negara anggota organisasi ini harus memutus hubungannya dengan setiap negara yang memindahkan kedubesnya ke al-Quds.
Sebelumnya Donald Trump disebut-sebut akan menandatangani instruksi pemindahan kedubes negara ini dan hari Rabu akan mengumumkan secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel.
Sementara itu, Gedung Putih pada Senin malam saat mereaksi protes internasional menyatakan, Donald Trump belum mencapai keputusan final terkait pemindahan kedubes negara ini ke al-Quds.
Trump selama masa kampanye pilpres dan setelahnya berulang kali menjanjikan kepada Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu bahwa kedubes Amerika akan dipindahkan dari Tel Aviv ke al-Quds pendudukan.
Rencana Trump dan Netanyahu memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqis menuai kritik pedas dari bangsa Palestina dan masyarakat internasional.
Para pemimpin Israel sebelumnya berulang kali meminta negara-negara yang memiliki hubungan dengan rezim ini untuk memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, namun negara-negara tersebut sampai saat ini enggan melakukannya karena takut atas reaksi publik.
Sikap Amerika yang ingin menjadi pelopor di bidang ini menunjukkan perhatian pemerintah Washington terhadap Israel di bawah bayang-bayang penjajahan dan kejahatan setiap hari rezim penjajah al-Quds tersebut.
Netanyahu senantiasa menyebut Trump sebagai pendukung kuat rezim Zionis Israel. (MF)