Dua Warga Palestina Gugur Syahid
-
penangkapan demonstran Palestina
Dua warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya terluka dalam demonstrasi yang berujung pada bentrokan dengan militer Israel di wilayah Palestina pendudukan, menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Quds sebagai ibu kota Israel.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengatakan bahwa Zakaria al-Kafarneh berusia 24 tahun tertembak di dadanya saat bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza-Israel, di utara Jabalia, dan gugur syahid tak lama kemudian.
Sementara itu, Mohammed Nabeel Mohaisen, 26 tahun juga gugur syahid akibat tembakan langsung selama bentrokan antara puluhan pemuda dan tentara Israel di timur Gaza.
Selain itu, ratusan pemuda Gaza melemparkan batu ke arah pasukan Israel di timur Khan Yunis. Sebelas orang ditembak dan terluka, dan seorang terluka parah setelah dia mencoba merusak pagar dan melempar batu ke tentara Zionis.
Di tempat lain di kota al-Bireh, Tepi Barat Sungai Jordan, di 15 kilometer sebelah utara Quds, bentrokan terjadi antara ratusan pemuda dan pasukan Israel usai shalat Jumat.
Ratusan demonstran Palestina juga berkumpul di pintu masuk utara pemukiman Beit El, di mana mereka bentrok dengan tentara Israel.
Sejumlah demonstran mengalami sesak nafas, mata memerah dan denging di telinga setelah pasukan Israel menembakkan tabung gas air mata untuk membubarkan demonstran.
Bulan Sabit Palestina melaporkan bahwa dua pemuda terluka oleh peluru tajam tentara Zionis.(MZ)