Meshal: Negara-negara Arab harus Ambil Posisi Serius terkait al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48623-meshal_negara_negara_arab_harus_ambil_posisi_serius_terkait_al_quds
Mantan Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, negara-negara Arab harus merespon kecurigaan dan keraguan mengenai normalisasi hubungannya dengan rezim Zionis Israel dengan mengambil posisi serius dan transparan terkait dengan al-Quds.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 24, 2017 11:01 Asia/Jakarta
  • Khaled Meshal,  Mantan Ketua Biro Politik Hamas.
    Khaled Meshal, Mantan Ketua Biro Politik Hamas.

Mantan Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, negara-negara Arab harus merespon kecurigaan dan keraguan mengenai normalisasi hubungannya dengan rezim Zionis Israel dengan mengambil posisi serius dan transparan terkait dengan al-Quds.

Khaled Meshal mengatakan hal itu pada Sabtu (23/12/2017) malam ketika ia menyinggung berita dari lembaga-lembaga Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam beberapa bulan lalu tentang upaya Tel Aviv untuk normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab.

"Negara-negara ini berusaha memperbaiki citranya. Mereka seharusnya melakukan tindakan-tindakan praktis ketimbang hanya mengeluarkan slogan-slogan secara lisan," imbuhnya seperti dilansir IRNA.

Meshal lebih lanjut menekankan pentingnya pengambilan posisi transparan tentang al-Quds untuk menghapus segala bentuk keraguan terkait normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

"Tindakan tegas dan terpadu umat Islam dan Palestina sangat penting untuk menentang keputusan pemerintah AS mengenai Quds dan kemenangan Palestina," tegasnya.

Mantan Ketua Biro Politik Hamas juga menyinggung pentingnya untuk mengakhiri perselisihan di antara kelompok-kelompok Palestina.

"Negara-negara asing mengejar peningkatan perselisihan ini," pungkas Meshal tanpa menyebutkan nama sebuah negara pun.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Ia menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds. Keputusan ini telah menuai protes luas dan unjuk rasa di berbagai negara dunia (RA)