Hizbullah dan Hamas Akan Bergabung Melawan Langkah Trump
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48795-hizbullah_dan_hamas_akan_bergabung_melawan_langkah_trump
Gerakan Muqawama Lebanon Hizbullah dan Hamas Palestina, sedang membentuk sebuah badan gabungan untuk melawan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait Quds.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Des 28, 2017 03:02 Asia/Jakarta
  • pasukan Hizbullah
    pasukan Hizbullah

Gerakan Muqawama Lebanon Hizbullah dan Hamas Palestina, sedang membentuk sebuah badan gabungan untuk melawan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait Quds.

Sumber keamanan yang berbasis di Lebanon mengatakan kepada The Daily Star pada Selasa bahwa "kamar koordinasi" bersama Hizbullah dan Hamas akan beroperasi di tingkat politik, militer dan keamanan.

Markas tersebut akan mengumpulkan perwakilan dari Hizbullah dan Hamas serta Pasukan Relawan Rakyat Irak, yang juga dikenal dengan nama Hashad al-Shaabi, dan kelompok muqawama lainnya di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Mungkin akan ada pengumuman resmi segera dari poros muqawama bahwa mereka akan melawan keputusan Israel dan Trump," sumber tersebut menambahkan.

Hamas

Pada tanggal 6 Desember, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington mengakui Quds sebagai "ibukota" Israel dan berencana untuk merelokasi kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Quds.

Pengumuman tersebut merupakan kebijakan paling dramatis Washington soal Quds, yang menuai kecaman keras dari masyarakat internasional, termasuk sekutu Barat Washington, serta memicu protes terhadap AS dan Israel di seluruh dunia.

Pekan lalu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan suara mayoritas menolak langkah Trump di Quds.

Israel mengklaim seluruh Quds, namun masyarakat internasional memandang sektor timur kota kuno itu sebagai wilayah pendudukan dan rakyat Palestina menganggapnya sebagai ibukota masa depan negara mereka.

Pada tanggal 11 Desember, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hassan Nasrullah mengatakan bahwa langkah Trump telah membuat AS dan Gedung Putih terisolasi di dunia.

Sementara itu, Hamas menegaskan bahwa Quds adalah "ibukota abadi" negara Palestina, dan keputusan Amerika atau Israel tidak dapat mengubah realitas ini.(MZ)