Al-Musawi: Hizbullah Siap Hadapi Tindakan Terburuk AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50537-al_musawi_hizbullah_siap_hadapi_tindakan_terburuk_as
Anggota parlemen Lebanon yang juga anggota senior Hizbullah mengatakan, kunjungan terbaru delegasi Kementerian Keuangan Amerika Serikat ke Beirut merupakan pelanggaran kedaulatan nasional Lebanon, dan Hizbullah telah siap untuk menghadapi langkah terburuk AS terhadap gerakan ini.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Jan 27, 2018 15:38 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon.
    Hizbullah Lebanon.

Anggota parlemen Lebanon yang juga anggota senior Hizbullah mengatakan, kunjungan terbaru delegasi Kementerian Keuangan Amerika Serikat ke Beirut merupakan pelanggaran kedaulatan nasional Lebanon, dan Hizbullah telah siap untuk menghadapi langkah terburuk AS terhadap gerakan ini.

"Keraguan para pejabat AS untuk mengambil keputusan anti-Hizbullah dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam mengambil keputusan ini atau tidak siap untuk menerima konsekuensi dan dampaknya," kata Hossein al-Musawi dalam wawancara dengan IRNA.

Ia menambahkan, Hizbullah Lebanon berada dalam posisi kuat dan mengejar program yang diperlukan untuk menghadapi pilihan terburuk yang mungkin diberlakukan oleh AS terhadap Hizbullah.

Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon.

Sebelumnya, Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah membantah klaim dan tuduhan AS tentang keterlibatan Hizbullah dalam jaringan perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Hizbullah Lebanon memiliki peran penting dalam menumpas terorisme terutama memberantas kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh AS, oleh karena itu, para pejabat Gedung Putih berupaya untuk melemahkan peran tersebut dengan menuding Hizbullah dengan berbagai tuduhan palsu.

Marshall Billingsley, Asisten Menteri Keuangan AS pada Senin berkunjung ke Lebanon dan bertemu dengan para pejabat tinggi negara ini termasuk Presiden Michel Aoun, Perdana Menteri Saad al-Hariri dan Ketua Parlemen Nabih Berri.

Kunjungan delegasi AS ke Lebanon dilakukan setelah Kementerian Kehakiman AS membentuk sebuah komite untuk menyelidiki sumber-sumber keuangan Hizbullah sekitar dua pekan lalu.

Komite tersebut langsung mengeluarkan klaim dan tuduhan tentang keterlibatan Hizbullah dalam jaringan perdagangan narkotika dan pencucian uang. (RA)