Teroris Takfiri Serang Kota al-Fu'ah Suriah dengan Mortir
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50649-teroris_takfiri_serang_kota_al_fu'ah_suriah_dengan_mortir
Meskipun telah ditandatangani kesepakatan tentang kota-kota yang terkepung di Suriah seperti al-Fu'ah dan Kafriya, namun kelompok-kelompok bersenjata dan teroris masih melancarkan serangan mortir sehingga menyebabkan tiga warga kota al-Fu'ah terluka.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jan 29, 2018 12:35 Asia/Jakarta
  • Serangan mortir teroris ke Kota al-Fuah , Suriah.
    Serangan mortir teroris ke Kota al-Fuah , Suriah.

Meskipun telah ditandatangani kesepakatan tentang kota-kota yang terkepung di Suriah seperti al-Fu'ah dan Kafriya, namun kelompok-kelompok bersenjata dan teroris masih melancarkan serangan mortir sehingga menyebabkan tiga warga kota al-Fu'ah terluka.

Sebuah sumber lokal dalam wawancara dengan IRNA pada Minggu (28/1/2018) malam mengatakan, tiga warga al-Fu'ah terluka akibat serangan teroris yang berada di distrik Binnish, sekitar kota tersebut.

Menurut sumber yang berbicara secara anonim itu, target serangan para teroris adalah sebuah daerah di barat daya distrik Binnish, namun setiap kali teroris menyerang, pasukan relawan berhasil menggagalkannya.

Pasca pendudukan kota dan Provinsi Idlib di barat laut Suriah yang berbatasan dengan Turki oleh kelompok-kelompok teroris takfiri, kota al-Fu'ah dan Kafriya yang berlokasi di 10 kilometer utara kota Idlib dikepung oleh teroris sejak 28 Maret 2015.

Sejak saat itu hingga sekarang, kedua kota tersebut hampir setiap hari menjadi sasaran serangan para teroris.

Tank Turki menunju kota Afrin, Suriah.

Di sisi lain, kelompok Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK) menembakkan roket ke arah Provinsi perbatasan Hatay, Turki untuk membalas serangan pasukan negara ini ke kota Afrin Suriah yang berpenduduk Kurdi.

Sejak tanggal 20 Januari 2018, unit-unit artileri militer Turki menghujani posisi pasukan Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah di Afrin.

Operasi darat militer Turki di kota Afrin yang di mulai dengan sandi "Olive Branch" (Cabang Zaitun) telah menuai protes dari pemerintah Suriah.

Pemerintah Damaskus telah berulang kali mengkritik operasi dan kehadiran ilegal militer Turki di wilayah Suriah dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara Arab ini. (RA)